Skema Makan Bergizi Gratis Disesuaikan Selama Ramadan, Ini Mekanisme dan Menu yang Disiapkan

Skema Makan Bergizi Gratis Disesuaikan Selama Ramadan, Ini Mekanisme dan Menu yang Disiapkan

Mbg-Instagram-

Badan Gizi Nasional memastikan program Makan Bergizi Gratis tetap berjalan selama bulan Ramadan. Penyesuaian dilakukan pada mekanisme pelaksanaan dan jenis menu agar selaras dengan pola ibadah puasa tanpa mengurangi manfaat gizi bagi penerima.

Kepala Badan Gizi Nasional Dadan Hindayana menjelaskan bahwa layanan MBG selama Ramadan dibagi ke dalam beberapa skema. Penyesuaian tersebut disesuaikan dengan karakteristik penerima manfaat, khususnya peserta didik dan kelompok rentan.



Untuk ibu hamil, ibu menyusui, dan anak balita, layanan Makan Bergizi Gratis dipastikan tetap berjalan seperti hari biasa. Tidak ada perubahan waktu maupun pola konsumsi bagi kelompok tersebut.

Empat Skema Pelaksanaan MBG Selama Ramadan

Pelaksanaan program MBG selama Ramadan dirancang melalui empat mekanisme utama. Setiap skema diterapkan berdasarkan kondisi wilayah dan jenis penerima manfaat.

Mekanisme pertama berlaku untuk sekolah di wilayah dengan mayoritas siswa menjalankan puasa. Makanan tetap dikirim ke sekolah, namun disajikan dalam bentuk menu tahan lama yang dapat dibawa pulang dan dikonsumsi saat berbuka.


Mekanisme kedua diterapkan pada sekolah di daerah yang mayoritas siswanya tidak berpuasa. Dalam kondisi ini, layanan MBG tetap berjalan normal tanpa perubahan jadwal maupun jenis menu.

Mekanisme ketiga berlaku bagi ibu hamil, ibu menyusui, dan anak balita. Selama Ramadan, kelompok ini tetap menerima layanan MBG seperti hari biasa tanpa penyesuaian waktu konsumsi.

Mekanisme keempat diterapkan di lingkungan pesantren. Karena dapur layanan dan penerima manfaat berada dalam satu kawasan, jadwal konsumsi digeser ke waktu berbuka puasa. Proses memasak dilakukan pada siang hari dan makanan disajikan saat waktu berbuka.

Menu MBG Selama Ramadan

Penyesuaian skema MBG diikuti dengan perubahan jenis menu, khususnya bagi penerima yang berpuasa. Menu disusun agar tahan lama, mudah dibawa, dan sesuai dengan kebutuhan berbuka.

Menu yang disiapkan antara lain kurma, telur rebus, telur asin, telur pindang, abon, buah-buahan, susu, serta aneka pangan lokal yang lazim dikonsumsi selama Ramadan. Penyediaan menu juga melibatkan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah di daerah.

Penggunaan produk pangan dari perusahaan besar dibatasi dan hanya dilakukan sesekali. Prioritas diberikan pada pangan lokal yang dinilai lebih sesuai dengan kebiasaan masyarakat selama bulan puasa.

Untuk wilayah yang mayoritas penduduknya tidak berpuasa, menu MBG tetap disajikan dalam kondisi segar seperti hari biasa. Ketentuan yang sama juga berlaku bagi ibu hamil, ibu menyusui, dan anak balita.

Pengaturan Distribusi dan Pengendalian Bahan Pangan

Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi yang berada di lingkungan pesantren tetap beroperasi normal selama Ramadan. Penyesuaian hanya dilakukan pada waktu distribusi, yakni digeser ke sore hari menjelang waktu berbuka.

Selain itu, Badan Gizi Nasional menyiapkan strategi pengendalian bahan pangan agar pelaksanaan MBG tidak memicu lonjakan permintaan komoditas tertentu di pasaran. Jika terjadi peningkatan permintaan yang berlebihan, menu akan dialihkan ke bahan pangan substitusi.

Langkah tersebut dilakukan untuk menjaga stabilitas pasokan pangan selama Ramadan hingga menjelang Idul Fitri, sekaligus memastikan program Makan Bergizi Gratis tetap berjalan berkelanjutan.

Sumber:

l3

BERITA TERKAIT

Berita Lainnya