Menu yang disiapkan antara lain kurma, telur rebus, telur asin, telur pindang, abon, buah-buahan, susu, serta aneka pangan lokal yang lazim dikonsumsi selama Ramadan. Penyediaan menu juga melibatkan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah di daerah.

Penggunaan produk pangan dari perusahaan besar dibatasi dan hanya dilakukan sesekali. Prioritas diberikan pada pangan lokal yang dinilai lebih sesuai dengan kebiasaan masyarakat selama bulan puasa.

Untuk wilayah yang mayoritas penduduknya tidak berpuasa, menu MBG tetap disajikan dalam kondisi segar seperti hari biasa. Ketentuan yang sama juga berlaku bagi ibu hamil, ibu menyusui, dan anak balita.

Pengaturan Distribusi dan Pengendalian Bahan Pangan

Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi yang berada di lingkungan pesantren tetap beroperasi normal selama Ramadan. Penyesuaian hanya dilakukan pada waktu distribusi, yakni digeser ke sore hari menjelang waktu berbuka.

Selain itu, Badan Gizi Nasional menyiapkan strategi pengendalian bahan pangan agar pelaksanaan MBG tidak memicu lonjakan permintaan komoditas tertentu di pasaran. Jika terjadi peningkatan permintaan yang berlebihan, menu akan dialihkan ke bahan pangan substitusi.

Langkah tersebut dilakukan untuk menjaga stabilitas pasokan pangan selama Ramadan hingga menjelang Idul Fitri, sekaligus memastikan program Makan Bergizi Gratis tetap berjalan berkelanjutan.