Sosok Pemilik SPPG Bengkulu jadi sorotan usai komentar soal kritik MBG memicu polemik
Polemik seputar program Makan Bergizi Gratis kembali mencuat setelah pernyataan seorang pemilik Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Bengkulu viral di media sosial. Sosok berinisial WAT menjadi perhatian setelah komentarnya terhadap kritik publik menuai reaksi luas.
Pernyataan tersebut memicu perdebatan, sekaligus membuka informasi mengenai latar belakang dan jaringan usaha yang dimilikinya.
Pernyataan soal kritik publik jadi pemicu
WAT menyebut pihak yang mengkritik program MBG sebagai suudzon, berhati busuk, dan diliputi rasa dengki. Ucapan itu tersebar luas melalui media sosial dan langsung mengundang tanggapan beragam dari masyarakat.
Dalam penjelasannya, ia menilai kritik yang muncul tidak melihat dampak program secara menyeluruh, khususnya terhadap sektor pertanian dan peternakan.
Pernyataan tersebut kemudian memperpanjang diskusi publik yang sebelumnya sudah berkembang terkait pelaksanaan program MBG.
Latar belakang dan kepemilikan SPPG
Di tengah sorotan, terungkap bahwa WAT merupakan mantan anggota DPRD Kota Bengkulu periode 2014–2019. Ia pernah bertugas di Komisi I selama masa jabatannya.
Selain itu, ia disebut memiliki sedikitnya 10 unit SPPG yang tersebar di sejumlah wilayah di Provinsi Bengkulu.
Unit tersebut dikabarkan berada di bawah naungan Yayasan Putri Bungsu Asiah, dengan lokasi di Kota Bengkulu hingga beberapa kabupaten seperti Bengkulu Selatan dan Kepahiang.
Beberapa titik yang disebut antara lain Singaran Pati, Teluk Segara, Selebar, Ratu Samban, hingga wilayah Manna dan Kedurang.
Sorotan terhadap distribusi program
Kepemilikan sejumlah SPPG oleh satu pihak turut menjadi perhatian. Sejumlah kalangan menilai kondisi tersebut berpotensi menimbulkan ketimpangan dalam pelaksanaan program.
Isu pemerataan dan mekanisme penunjukan mitra kembali menjadi bahan pembahasan di tengah polemik yang berkembang.
Hingga kini belum ada keterangan resmi yang menjelaskan secara rinci terkait kepemilikan maupun distribusi unit SPPG tersebut.
Kasus lain terkait SPPG dan MBG
Di tengah polemik yang sama, kasus lain juga mencuat dari wilayah berbeda. Seorang pengelola SPPG di Jawa Barat menjadi perhatian setelah video yang diunggahnya viral.
Konten tersebut menyinggung insentif harian dalam program MBG dan berujung pada sanksi administratif berupa penghentian sementara operasional dapur.
Pihak berwenang menyatakan langkah tersebut diambil setelah ditemukan persoalan teknis dalam pengelolaan fasilitas.
Perkembangan berbagai kasus ini membuat program MBG terus menjadi sorotan publik, baik dari sisi pelaksanaan maupun komunikasi kepada masyarakat.
Update Terbaru
Bupati Bogor Lepas 271 Jamaah Haji Kloter 21 di Masjid Nurul Wathon
Sabtu / 16-05-2026, 04:05 WIB
Jadwal Mega Bollywood Paling Yahud 17 – 24 Mei 2026
Sabtu / 16-05-2026, 04:00 WIB
Chery Siap Luncurkan Mobil Listrik Q di Indonesia pada 18 Mei 2026
Sabtu / 16-05-2026, 03:41 WIB
Jawa Tengah Perkuat Kolaborasi Ekonomi Sirkular Berbasis Masyarakat
Sabtu / 16-05-2026, 03:22 WIB
BYD Indonesia Luncurkan Varian Baru Atto 1 STD, Harga Mulai Rp199 Juta
Sabtu / 16-05-2026, 03:20 WIB
Google Perbarui Android Auto dengan Integrasi AI Gemini pada 2026
Sabtu / 16-05-2026, 03:20 WIB
Review Suzuki Satria Pro: Bebek Sport Modern dengan Fitur Konektivitas
Sabtu / 16-05-2026, 03:17 WIB
Potensi Pendapatan Game Penghasil Saldo DANA Tembus Rp545.000 Per Hari
Sabtu / 16-05-2026, 03:16 WIB
Penjualan Honda di China Anjlok 48 Persen pada April 2026
Sabtu / 16-05-2026, 03:14 WIB
Pemprov DKI Gelar Jakarta Job Fair 2026 di Jakarta Utara, Buka Ribuan Lowongan
Sabtu / 16-05-2026, 03:09 WIB
Kemensos Perbarui Data Penerima Bansos Mei 2026, 11 Ribu KPM Dicoret
Sabtu / 16-05-2026, 03:08 WIB
Jadwal Tayang Classroom of the Elite Season 4 Episode 6 dan Sinopsis Terbaru
Sabtu / 16-05-2026, 02:51 WIB
Hugh Jackman Bintangi The Sheep Detectives, Tayang di Bioskop Indonesia 15 Mei 2026
Sabtu / 16-05-2026, 02:40 WIB






