Pemerintah Indonesia berencana mengintegrasikan kecerdasan buatan (AI) ke dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas Presiden Prabowo Subianto.

Hal ini terungkap dalam bocoran draft Peraturan Presiden (Perpres) tentang AI yang dibagikan oleh Reuters pada Senin (22/06).

in1

>>> Dukung Transportasi Hijau, Maxim Siapkan Tarif Khusus Kendaraan EV

Draft tersebut menyebutkan bahwa AI akan digunakan untuk merancang menu MBG sesuai dengan wilayah pembagian, memantau kebersihan dapur, memprediksi permintaan makanan, dan mendeteksi penyimpangan.

Selain itu, teknologi ini juga akan mengintegrasikan data kesehatan sebagai sistem peringatan dini terhadap keadaan darurat.

Efisiensi dan Transparansi

Integrasi AI diklaim dapat membantu efisiensi operasional dan mengurangi biaya, mengingat program MBG kerap dikritik karena dianggap tidak transparan dan tidak efisien.

>>> Cek Bansos PKH 2026: Cara Mudah Melihat Status Pencairan Tahap 2 Lewat HP

Tak hanya untuk MBG, draft Perpres juga mencatat AI akan digunakan untuk menganalisis hasil pemeriksaan kesehatan dalam program skrining dan tes tuberkulosis gratis.

Perpres ini masih menunggu tanda tangan resmi Presiden Prabowo dan akan menjadi peta jalan bagi kementerian serta pemerintah daerah untuk mengadopsi AI mulai 2026 hingga 2029.

Kehadiran Perpres AI juga menjadi upaya Indonesia mengejar ketertinggalan dari Singapura dan Malaysia yang sudah lebih dulu mengadopsi AI.

>>> Cek Status Penerima PKH Juni 2026 via HP, Begini Caranya

Indonesia dikabarkan menggandeng perusahaan teknologi seperti Meta, IBM, dan Microsoft dalam penyusunan draft ini.