Pengamatan baru Teleskop Luar Angkasa James Webb (JWST) mengguncang pemahaman para astronom tentang pembentukan lubang hitam.

Sebuah objek padat yang pertama kali terlihat pada 2023, bernama Abell2744-QSO1, ternyata adalah lubang hitam supermasif yang sudah terbentuk sempurna tanpa galaksi di sekitarnya.

in1

>>> Samsung Galaxy M47 5G Resmi Meluncur di India pada 29 Juni

"Ini temuan yang luar biasa," kata Roberto Maiolino dari Universitas Cambridge, rekan penulis studi yang diterbitkan di Nature dan Monthly Notices of the Royal Astronomical Society.

"Ini pergeseran paradigma, revisi total skenario klasik tentang bagaimana lubang hitam terbentuk dan tumbuh."

Objek Kecil yang Terlihat Berkat Lensa Kosmik

QSO1 termasuk dalam kelas objek yang ditemukan JWST dalam jumlah besar di alam semesta awal: Little Red Dots.

Ini adalah sumber cahaya inframerah padat dengan profil warna yang tidak biasa.

Cahaya QSO1 telah menempuh perjalanan lebih dari 13 miliar tahun, berasal dari sekitar 700 juta tahun setelah Big Bang, saat alam semesta baru berusia 5% dari usianya saat ini.

Objek ini hanya membentang tidak lebih dari 1.300 tahun cahaya, sangat kecil menurut standar galaksi.

Mempelajari objek sejauh dan sekecil ini biasanya mustahil. Namun, QSO1 kebetulan berada tepat di belakang Abell 2744, gugus galaksi raksasa yang dikenal sebagai Gugus Pandora.

Gravitasi gugus ini bertindak sebagai lensa alami, membelokkan dan memperbesar cahaya yang melewatinya.

Efek ini tidak hanya mencerahkan QSO1, tetapi juga membelah cahayanya menjadi tiga gambar terpisah, memberi peneliti beberapa pandangan independen dari sumber yang sama.

Tim menggunakan Kamera Inframerah Dekat (NIRCam) JWST untuk mengonfirmasi gambar rangkap tiga, lalu menggunakan Spektrograf Inframerah Dekat (NIRSpec) untuk melacak pergerakan gas di sekitar lubang hitam.