Dengkuran kucing sering diartikan sebagai tanda kebahagiaan. Namun, para ilmuwan menemukan bahwa suara ini memiliki fungsi yang jauh lebih kompleks.

Kucing memang mendengkur saat merasa nyaman, tetapi mereka juga melakukannya dalam situasi stres, seperti saat di dokter hewan, terluka, atau bahkan saat melahirkan.

in1

>>> Gen Z Paling Berani Minta Naik Gaji, Gen X Cenderung Menerima Nasib

Hal ini menunjukkan dengkuran lebih merupakan bentuk menenangkan diri daripada sekadar ekspresi senang.

Fungsi Dengkuran yang Beragam

Dengkuran memiliki beberapa fungsi: mengekspresikan kepuasan dan menjalin ikatan (anak kucing mulai mendengkur beberapa hari setelah lahir untuk memberi tahu induknya), meminta makanan atau perhatian, menenangkan diri saat stres atau sakit, serta membantu pemulihan.

Studi Universitas Sussex tahun 2009 mengidentifikasi "dengkuran permohonan" khusus yang digunakan kucing untuk meminta makan.

Di dalam dengkuran rendah yang menenangkan, terdapat tangisan frekuensi tinggi yang mirip dengan tangisan bayi manusia.

Ketika peneliti memutar dengkuran permohonan dan dengkuran biasa dengan volume sama, pendengar, bahkan yang tidak pernah memiliki kucing, menilai dengkuran permohonan lebih mendesak dan kurang menyenangkan.

Ini menunjukkan kucing mungkin belajar menyelipkan tangisan seperti bayi ke dalam suara yang menenangkan.

Mekanisme Produksi Dengkuran

Selama setengah abad, buku teks menyatakan dengkuran memerlukan sinyal ritmis dari otak ke laring 20-30 kali per detik.

Namun, studi Universitas Wina tahun 2023 membalikkan gagasan itu.

>>> 5 Alternatif iPhone 17 Pro dengan Nilai Lebih di Harga Sama

Dengan menggunakan laring kucing yang diisolasi, tim peneliti berhasil menghasilkan suara frekuensi dengkuran tanpa input saraf sama sekali.

Hal ini dimungkinkan oleh bantalan lemak tidak biasa di pita suara yang memungkinkan hewan kecil bergetar pada 20-30 hertz, lebih rendah dari bass manusia terdalam.