Bisakah Tanaman Benar-benar Mendengar Hujan? Ilmuwan Temukan Hubungan Menakjubkan

Ungkapan "hujan membangunkan tanah" bukan sekadar puitis. Dalam kalender tradisional Jepang yang membagi tahun menjadi 72 musim mikro, frasa ini telah lama digunakan.
Kini, para ilmuwan menemukan bahwa gagasan tersebut mengandung kebenaran: beberapa benih benar-benar merespons suara hujan.
>>> Whirlpool 360° Bloomwash Pro 11kg Mesin Cuci Top Load dengan Pemanas Diluncurkan di India
Peneliti dari Massachusetts Institute of Technology (MIT) di Amerika Serikat menemukan bahwa tanaman tertentu dapat merasakan suara curah hujan.
Tentu saja, tanaman tidak "mendengar" seperti manusia.
Namun, studi yang diterbitkan di Scientific Reports ini memberikan bukti langsung bahwa benih dapat bereaksi terhadap suara alami.
Tim peneliti mengamati hampir 8.000 benih padi.
Benih yang terpapar suara hujan berkecambah 30 hingga 40 persen lebih cepat dibandingkan yang tidak terpapar.
Mekanisme di Balik "Pendengaran" Tanaman
Menurut para peneliti, fenomena ini berkaitan dengan getaran. Ketika tetesan hujan mengenai permukaan, gelombang getaran merambat melalui lingkungan.
>>> BenQ Luncurkan Monitor 32 Inci 120Hz untuk Pengguna Mac di India
Getaran ini tidak hanya bergerak melalui udara, tetapi juga melalui benih padi yang sedikit terendam. Di dalam benih terdapat struktur kecil bernama statolith.
Ketika getaran suara mengenai statolith, struktur tersebut bergerak. Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa pergerakan statolith dapat memicu pertumbuhan dan perkecambahan pada benih dan tanaman muda.
Eksperimen tim MIT mengonfirmasi bahwa suara saja sudah cukup untuk memicu proses tersebut.
Keunggulan Biologis bagi Benih
Hipotesis tim MIT adalah bahwa benih yang dapat "mendengar" hujan memiliki keunggulan biologis.
Jika benih cukup dekat dengan permukaan untuk merasakan suara, kemungkinan besar benih berada pada kedalaman yang tepat untuk menyerap kelembapan dan tumbuh dengan aman di atas tanah.
Namun, hujan bukan satu-satunya sumber getaran. Suara curah hujan memiliki kemiripan dengan getaran yang dihasilkan oleh kekuatan alam lain, seperti angin.
>>> China Kembangkan Sel Bahan Bakar Batubara Tanpa Emisi, CO2 Terperangkap
Para peneliti berencana untuk terus menyelidiki apakah tanaman juga bereaksi terhadap suara alami serupa lainnya. Penemuan ini membuka wawasan baru tentang betapa pekanya dunia hijau terhadap lingkungan sekitarnya.
Update Terbaru
Komdigi Uji Coba AI untuk Bansos, Target 50 Juta Penerima
Selasa / 23-06-2026, 21:48 WIB
Apindo Kritisi Ketimpangan Anggaran LPDP Rp100 Triliun untuk Pekerja Kerah Biru
Selasa / 23-06-2026, 21:44 WIB
Klaim Penyakit Tropis Tembus Rp41 Miliar, Bebani Keuangan Masyarakat
Selasa / 23-06-2026, 21:44 WIB
DEAL 2026: Kolaborasi Pemerintah dan Industri Percepat Transformasi Digital Nasional
Selasa / 23-06-2026, 21:44 WIB
Prabowo: TNI AL dan Bea Cukai Sudah Dikerahkan, Pencurian SDA Masih Bocor
Selasa / 23-06-2026, 21:42 WIB
Hitung-hitungan Korea Selatan Lolos 32 Besar Piala Dunia 2026: Pantang Main Aman Lawan Afsel
Selasa / 23-06-2026, 21:42 WIB
Costco Tawarkan Diskon Hingga $1.250 untuk Mobil Volkswagen Baru
Selasa / 23-06-2026, 21:35 WIB
Rektor Unsoed Buka Suara soal Protes Mahasiswa Terkait Delegasi ke Kunker Gibran
Selasa / 23-06-2026, 21:35 WIB
Honda Z Kei Car: Mesin Turbo di Tengah, Mirip Bugatti Chiron
Selasa / 23-06-2026, 21:33 WIB
Pemerintah Beri Subsidi Kedelai Rp2.000 per Kg, Kuota 250 Ribu Ton
Selasa / 23-06-2026, 21:33 WIB
Empat Kelompok Kerja Dibentuk dalam Negosiasi AS-Iran di Swiss
Selasa / 23-06-2026, 21:33 WIB
Gemini Live Kini Lebih Kontekstual di Ponsel dan Tablet Galaxy
Selasa / 23-06-2026, 21:29 WIB
5 Aplikasi Samsung Terbaik yang Wajib Kamu Coba di Galaxy
Selasa / 23-06-2026, 21:29 WIB
Rahasia Navigasi Merpati Tersembunyi di Hati, Bukan Paruh atau Mata
Selasa / 23-06-2026, 21:28 WIB






