Pemerintah menyiapkan subsidi kedelai sebesar Rp2.000 per kilogram bagi perajin tahu dan tempe. Kebijakan ini merupakan bagian dari paket stimulus ekonomi semester II 2026.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan subsidi akan dijalankan melalui program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP).

in1

>>> Empat Kelompok Kerja Dibentuk dalam Negosiasi AS-Iran di Swiss

Tujuannya menjaga biaya produksi di tengah fluktuasi harga kedelai global.

Kuota subsidi yang disiapkan mencapai 250 ribu ton.

Jumlah itu setara sekitar 10 persen dari kebutuhan kedelai nasional yang mencapai 2,5 juta ton per tahun.

"Nah ini adalah untuk perajin tahu dan tempe untuk dijaga subsidi sebesar Rp2.000 per kilogram dengan target kuota 250 ribu ton," ujar Airlangga dalam konferensi pers stimulus ekonomi semester II 2026 di Jakarta, Senin (22/6).

>>> Gemini Live Kini Lebih Kontekstual di Ponsel dan Tablet Galaxy

Subsidi akan diberikan ketika harga kedelai berada di atas harga acuan pembelian yang ditetapkan pemerintah.

"Kita siapkan 250.000 ton dengan subsidi Rp2.000 per kilogram yang nantinya akan diberikan apabila harga kedelainya di atas harga acuan pembelian," katanya.

Kebijakan ini telah dibahas bersama Kementerian Koordinator Bidang Pangan dan kementerian terkait lainnya. Airlangga menyebut pembahasan dilakukan lintas kementerian dan mendapat arahan dari Presiden.

Selain subsidi kedelai, pemerintah juga memperpanjang bantuan pangan bagi 33,24 juta penerima manfaat selama Juli hingga September 2026 dengan anggaran Rp17,54 triliun.

>>> 5 Aplikasi Samsung Terbaik yang Wajib Kamu Coba di Galaxy

Kedua program ini menjadi bagian dari paket stimulus ekonomi senilai Rp26,34 triliun.