PT PP (Persero) Tbk (PTPP) berhasil mempertahankan posisinya dalam daftar Fortune Southeast Asia 500 selama tiga tahun berturut-turut.

Pencapaian ini mencerminkan ketahanan kinerja perseroan di tengah tantangan industri konstruksi dan infrastruktur yang masih berlangsung.

in1

>>> Polda Jabar Tangkap Taufik Hidayat, Pelaku Penyekapan dan Penganiayaan di Bandung Raya

Corporate Secretary PTPP Joko Raharjo mengatakan bahwa pengakuan ini menunjukkan konsistensi perusahaan dalam menjaga kinerja operasional dan memperkuat fundamental bisnis.

"Ke depan, kami akan terus fokus pada peningkatan efisiensi, penguatan tata kelola perusahaan, serta eksekusi proyek-proyek strategis nasional yang memberikan nilai tambah berkelanjutan," ujarnya.

Peringkat ke-279 di Asia Tenggara

Dalam pemeringkatan Fortune Southeast Asia 500 Tahun 2026, PTPP menempati peringkat ke-279 dari 500 perusahaan terbesar di Asia Tenggara.

Peringkat tersebut didasarkan pada pendapatan tahun fiskal 2025.

Di sektor Engineering & Construction Indonesia, emiten BUMN konstruksi ini berada di posisi ketiga.

Pencapaian itu menempatkan PTPP sebagai salah satu perusahaan konstruksi nasional yang mampu mempertahankan daya saing di tingkat regional.

Pemeringkatan Fortune Southeast Asia 500 disusun oleh Fortune Media berdasarkan pendapatan perusahaan pada tahun fiskal 2025.

>>> Gudang Balepress Rp16,4 Miliar Diamankan di Kalbar, Kenapa Pemiliknya Misterius?

Program ini bertujuan memetakan perusahaan dengan skala bisnis terbesar di kawasan Asia Tenggara.

Masuknya PTPP ke dalam daftar selama tiga tahun berturut-turut menunjukkan kemampuan perseroan mempertahankan skala usaha di tengah persaingan industri konstruksi regional.

Posisi ini juga menempatkan PTPP sejajar dengan sejumlah perusahaan besar Asia Tenggara.

Sebagai perusahaan yang bergerak di bidang konstruksi dan investasi, PTPP saat ini menjalankan berbagai proyek strategis nasional.

Proyek tersebut mencakup sektor infrastruktur, gedung, energi, pelabuhan, kawasan industri, hingga transportasi.

Perseroan menyatakan terus melanjutkan transformasi bisnis melalui peningkatan efisiensi operasional, digitalisasi proses bisnis, penerapan prinsip ESG, serta penguatan portofolio usaha.

>>> Terapi Gen Suntikkan Pendengaran Pulih dari 106 ke 52 Desibel

Langkah ini diambil untuk menjaga keberlanjutan bisnis jangka panjang.