Tingkat repossession kendaraan di Amerika Serikat kembali mendekati level yang terakhir terlihat selama Resesi Hebat 2007-2009.

Hal ini dipicu oleh total utang mobil yang mencapai sekitar US$1,7 triliun.

in1

>>> GMC Pamerkan Teaser 2027 Sierra, Tampil Mirip Versi EV

Laporan dari The New Yorker mengungkapkan bahwa tren ini lebih disebabkan oleh masalah keterjangkauan, bukan karena pembeli yang ceroboh.

Hanya dua dari sepuluh mobil baru dan empat dari sepuluh mobil bekas yang dibeli secara tunai, sisanya dibiayai.

Harga rata-rata mobil baru tahun lalu menembus US$50.000. Sejak 2019, cicilan bulanan rata-rata melonjak sekitar US$300.

Pinjaman Lebih Panjang, Pembayaran Lebih Besar

Sekitar satu dari lima pembeli mobil baru kini memiliki cicilan bulanan di atas US$1.000.

Lembaga keuangan menawarkan tenor pinjaman hingga 96 bulan, yang dulunya jarang, kini semakin umum.

Namun, memperpanjang tenor tidak menurunkan biaya kepemilikan; justru meningkatkannya secara total. Premi asuransi, biaya perbaikan, dan harga suku cadang juga naik.

>>> Costco Tawarkan Diskon Hingga $1.250 untuk Mobil Volkswagen Baru

Harga bahan bakar tetap fluktuatif dan diperkirakan tetap tinggi akibat perang Iran, mencapai lebih dari US$5 per galon di beberapa daerah.

Peminjam Subprime Paling Terpukul

Tingkat kredit macet di kalangan peminjam subprime mencapai level tertinggi sejak 2010.

Banyak dari mereka bergantung pada perusahaan pembiayaan independen yang mengenakan bunga tinggi dan bertindak agresif jika pembayaran macet.

Beberapa pemberi pinjaman mewajibkan pembayaran mingguan atau dua kali sebulan, dan satu kali pembayaran terlewat bisa memicu repossession.

Bagi banyak rumah tangga, kehilangan kendaraan berarti kehilangan akses ke pekerjaan, pendidikan, dan layanan kesehatan.

National Consumer Law Center mencatat bahwa bagi mereka yang berpenghasilan rendah atau tinggal di daerah tanpa transportasi umum, kelangsungan hidup bergantung pada ketersediaan mobil.

>>> Honda Z Kei Car: Mesin Turbo di Tengah, Mirip Bugatti Chiron

Hingga keterjangkauan membaik, pembeli mobil harus menyesuaikan diri karena pemberi pinjaman dan produsen mobil tampaknya tidak akan mengubah pasar dalam waktu dekat.