Netanyahu Ingin Israel Kurangi Ketergantungan Militer pada AS

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu kembali menyatakan tekad untuk menjadikan militer negaranya lebih mandiri dan mengurangi ketergantungan terhadap Amerika Serikat.
Pernyataan itu muncul tak lama setelah AS dan Iran resmi menyepakati perjanjian perundingan lanjutan di Swiss yang bertujuan mengakhiri perang yang pecah sejak 28 Februari lalu.
>>> Kejagung Selidiki Dugaan Korupsi Pengadaan CCTV di BGN
Selama ini, Israel berusaha agar AS terus melancarkan operasi militer ke Iran yang dicap Tel Aviv sebagai musuh utama paling berbahaya.
"Saya sangat menghargai dukungan yang kami terima dari sahabat-sahabat kami di Amerika, tetapi kita harus melepaskan diri dari ketergantungan dan membangun jaringan persenjataan yang mandiri," kata Netanyahu kepada para perwira cadangan di Tepi Barat, seperti tertulis dalam pernyataan kantornya yang dirilis Selasa (23/6).
Netanyahu menyampaikan pernyataan tersebut pada 18 Juni, sehari setelah AS dan Iran mencapai kesepakatan awal di Swiss.
Kesepakatan AS-Iran ini terus mendapat penolakan keras Israel. Netanyahu bahkan berulang kali memperlihatkan ketidaksetujuan terkait keputusan AS untuk berunding dengan Iran.
"Hari ini saya katakan: kita membutuhkan jaringan persenjataan yang benar-benar mandiri. Kita harus memproduksi senjata kita sendiri," ujar Netanyahu seperti dikutip AFP.
Netanyahu sebelumnya juga pernah menyatakan keinginan untuk mengakhiri ketergantungan Israel terhadap dukungan Amerika.
>>> Aktor Preman Pensiun Jadi Korban Salah Sangka, Dikira Taufik DPO
Dalam wawancara dengan The Economist pada Januari lalu, ia mengatakan berharap dapat mencapai tujuan tersebut dalam satu dekade.
Pada Mei lalu, dalam wawancara dengan CBS, Netanyahu bahkan menyebut ingin tingkat ketergantungan terhadap bantuan AS turun hingga "nol".
AS selama ini merupakan sekutu terdekat Israel.
Namun, hubungan kedua negara beberapa kali mengalami ketegangan terkait cara Israel menjalankan operasi militernya sejak serangan Hamas pada 7 Oktober 2023.
Dalam beberapa pekan terakhir, Presiden AS Donald Trump secara terbuka mengkritik Netanyahu karena perang Israel melawan Hizbullah di Lebanon dinilai berpotensi menggagalkan perundingan perdamaian dengan Iran.
Trump juga sempat melontarkan kecaman keras terhadap Israel dan Iran karena melanggar gencatan senjata yang mengakhiri perang 12 hari pada tahun lalu.
>>> Rans Entertainment Targetkan IPO Rp429 M untuk Cipungland dan AI
Sebelumnya, saat hubungan dengan Washington juga mengalami ketegangan terkait Iran pada Mei 2025, Netanyahu pernah menyatakan bahwa Israel perlu "menyapih diri" dari bantuan Amerika Serikat.
Update Terbaru
Ekonomi Digital Indonesia Bisa Tembus Rp5.800 T, Nezar Patria: RI Tak Boleh Hanya Jadi Pasar AI
Selasa / 23-06-2026, 20:38 WIB
Declan Rice Sesumbar: Inggris Bisa Kalahkan Siapa Pun di Piala Dunia 2026
Selasa / 23-06-2026, 20:38 WIB
Shin Ye Eun Perkenalkan Konsep AI Home LG untuk Gaya Hidup K-Wellness
Selasa / 23-06-2026, 20:28 WIB
Galaxy S25 Ultra Diskon Besar di Amazon Prime Day 2026 India
Selasa / 23-06-2026, 20:28 WIB
Rahasia Otak yang Tetap Tajam Meski Terkena Alzheimer
Selasa / 23-06-2026, 20:28 WIB
Bisakah Tanaman Benar-benar Mendengar Hujan? Ilmuwan Temukan Hubungan Menakjubkan
Selasa / 23-06-2026, 20:28 WIB
Sinopsis See You at Work Tomorrow: Cinta Bos Dingin ala Seo In-guk dan Park Ji-hyun
Selasa / 23-06-2026, 20:28 WIB
Whirlpool 360° Bloomwash Pro 11kg Mesin Cuci Top Load dengan Pemanas Diluncurkan di India
Selasa / 23-06-2026, 20:25 WIB
BenQ Luncurkan Monitor 32 Inci 120Hz untuk Pengguna Mac di India
Selasa / 23-06-2026, 20:25 WIB
China Kembangkan Sel Bahan Bakar Batubara Tanpa Emisi, CO2 Terperangkap
Selasa / 23-06-2026, 20:24 WIB
Nippon Paint Ciptakan Cat Mobil Ultra-Hitam 99,9% Saingi Vantablack
Selasa / 23-06-2026, 20:21 WIB
Isi Surat Rahasia Mojtaba Khamenei yang Bocor dan Ungkap Iran Terpecah
Selasa / 23-06-2026, 20:21 WIB
Prabowo Ungkap Laporan Ekspor Palsu Sebabkan RI Tekor Rp16.220 Triliun
Selasa / 23-06-2026, 20:21 WIB
Mendagri: Penghargaan Pemda Jadi Pemacu Kinerja Daerah
Selasa / 23-06-2026, 20:21 WIB






