Mengapa sebagian orang tetap memiliki ingatan tajam meski otak mereka menunjukkan tanda-tanda awal Alzheimer? Pertanyaan ini telah lama membingungkan para ilmuwan.

Sekelompok peneliti dari Australia dan Amerika Serikat menganalisis data dari 621 orang dewasa berusia 65-80 tahun yang hidup mandiri tanpa demensia.

in1

>>> Bisakah Tanaman Benar-benar Mendengar Hujan? Ilmuwan Temukan Hubungan Menakjubkan

Data tersebut mencakup analisis darah, MRI otak, dan tes kognitif.

Hasil penelitian yang diterbitkan di jurnal Neurology menunjukkan bahwa beberapa partisipan memang memiliki lesi Alzheimer. Namun, mereka yang memiliki kesehatan otak baik tetap mampu mempertahankan fungsi kognitif.

Kebiasaan yang Melindungi Otak

Menurut Dr. Kelsey Sewell dari Murdoch University, menjaga kesehatan otak secara keseluruhan dapat mengurangi dampak perubahan akibat Alzheimer.

Lantas, apa saja kebiasaan yang dimaksud?

Orang dengan kesehatan otak baik cenderung berolahraga teratur, mengonsumsi makanan bergizi, tidur cukup, dan mencari tantangan kognitif baru seperti membaca atau bepergian.

>>> Whirlpool 360° Bloomwash Pro 11kg Mesin Cuci Top Load dengan Pemanas Diluncurkan di India

Gaya hidup aktif dan sehat membantu membangun cadangan kognitif yang padat. Cadangan ini memungkinkan otak untuk berkompensasi terhadap degenerasi dan mempertahankan daya ingat serta kemampuan berpikir.

Faktor sosial juga berperan. Partisipan dengan status sosial ekonomi lebih tinggi tampak lebih sedikit terpengaruh oleh perubahan memori terkait Alzheimer.

Akses layanan kesehatan, pendidikan lebih tinggi, dan stimulasi kognitif diduga menjadi faktor pelindung.

Meskipun mengubah status sosial ekonomi tidak mudah, mengadopsi kebiasaan sehat seperti olahraga dan pola makan baik bisa dimulai sekarang.

>>> BenQ Luncurkan Monitor 32 Inci 120Hz untuk Pengguna Mac di India

Otak Anda akan berterima kasih.