Sebuah studi baru mengungkapkan bahwa berhenti merokok dapat menurunkan risiko demensia secara signifikan. Semakin lama seseorang tidak merokok, semakin besar manfaatnya bagi kesehatan otak.

Penelitian yang dilakukan oleh tim dari universitas di China ini menganalisis data lebih dari 32.000 orang dewasa selama 25 tahun.

in1

>>> Bek Tunisia Bongkar Borok Federasi Usai Tersingkir dari Piala Dunia 2026

Hasilnya dipublikasikan dalam jurnal Neurology.

Selama periode studi, tercatat 5.868 kasus demensia. Peserta yang berhenti merokok selama penelitian memiliki risiko demensia yang jauh lebih rendah dibandingkan perokok aktif.

Risiko mereka bahkan setara dengan orang yang sudah berhenti merokok sebelum studi dimulai atau yang tidak pernah merokok sama sekali.

Penurunan risiko terus berlanjut seiring lamanya waktu bebas rokok.

Setelah sekitar tujuh tahun berhenti, risiko demensia mendekati level orang yang tidak pernah merokok.

Manfaat ini paling terlihat pada mereka yang tidak mengalami kenaikan berat badan signifikan setelah berhenti.

Pendapat Ahli

Peneliti utama Hui Chen mengatakan bahwa temuan ini menunjukkan berhenti merokok dapat mendukung kesehatan otak jangka panjang. Namun, ia juga menekankan pentingnya apa yang terjadi setelah berhenti.

>>> Tunisia Tersingkir dari Piala Dunia 2026 Usai Telan Kekalahan Telak

Dr. Zaid Fadul, dokter lulusan Harvard yang tidak terlibat dalam penelitian, menyebut hasil ini memperkuat bukti bahwa berhenti merokok melindungi kesehatan otak.

Menurutnya, otak mulai pulih segera setelah seseorang berhenti merokok.

Fadul menjelaskan bahwa merokok menyebabkan peradangan kronis, stres oksidatif, dan kerusakan pembuluh darah otak. Semua faktor itu terkait dengan penurunan kognitif dan risiko demensia.

Ia menambahkan bahwa perbaikan sirkulasi darah, pengurangan peradangan, dan kesehatan kardiovaskular yang lebih baik dapat membantu menjaga fungsi kognitif.

"Setiap tahun tanpa tembakau adalah langkah menuju penurunan risiko demensia," ujarnya.

Meski hasilnya menggembirakan, studi ini memiliki keterbatasan. Peneliti hanya menemukan hubungan antara berhenti merokok dan risiko demensia yang lebih rendah, bukan hubungan sebab-akibat langsung.

>>> Jepang Bantai Tunisia 4-0 di Laga Ke-1000 Piala Dunia 2026

Faktor lain seperti gaya hidup, kesehatan, dan lingkungan juga dapat memengaruhi hasil. Namun, temuan ini tetap memberikan dorongan bagi perokok untuk berhenti demi kesehatan otak.