Bahkan sebelum Tod's membuka pintu Villa Necchi Campiglio untuk mempresentasikan koleksi menswear teranyarnya, pertunjukan sesungguhnya telah dimulai di jalanan.

Di bawah terik panas Milan yang menyengat, para penggemar Han Ji-sung dari Stray Kids berkerumun di balik pagar pembatas, berharap bisa menangkap sekelebat sosok idolanya.

in1

>>> Prediksi Argentina vs Austria di Grup G Piala Dunia 2026

Teriakan mereka memecah keheningan.

Untuk sesaat, Tod's, jenama yang selama ini dikenal dengan kemewahan yang kalem, harus berbagi panggung dengan histeria pop global.

Di dalam villa, atmosfernya jauh lebih tenang.

Han muncul mengenakan jaket kulit lembut, mengamati koleksi ini di antara ruangan-ruangan villa bersama Diego Della Valle, chairman Tod's.

Di bawah kepemimpinannya, Tod's tak pernah benar-benar hanya menjual sepatu, tas, atau jaket.

Yang ia tawarkan adalah sebuah proposisi tentang Italia, yakni sebuah keanggunan tanpa pamer, kemewahan tanpa terlihat vulgar, dan keyakinan bahwa kualitas material dan kerja tangan dapat berbicara lebih lantang daripada sekedar logo.

Kehadiran Han di sisi Della Valle tampak seperti upaya menguji kode-kode lama Tod's di hadapan audiens global yang jauh lebih muda, lebih pop, dan lebih digital.

Villa Necchi Campiglio sendiri adalah salah satu vila di Milan yang keindahannya terasa hampir disipliner, dengan garis-garis rasionalis, ketenangan aristokratik dengan banyaknya karya seni di dalamnya.

Tempat itu menjadi panggung yang tepat untuk koleksi bertajuk 'The Italian Wardrobe'.

Disini, Tod's tidak sedang berusaha menciptakan arketipe pria baru.

Yang dilakukan Matteo Tamburini, creative director rumah mode ini, adalah memoles ulang arketipe lama, yakni pria Italia yang lebih menghargai kelembutan daripada swagger, kualitas material daripada agresi visual, dan keanggunan yang tampak seolah muncul secara alami.