"Semua jenama [di bawah naungan Tod's Group] mencatat pertumbuhan pendapatan dua digit, pada kurs tetap.

Kami sangat puas telah mencapai tujuan yang telah kami tetapkan di awal tahun, meskipun dalam konteks makroekonomi yang sulit di tingkat internasional.

in1

Hasil yang sangat baik untuk jenama Tod's, yang semakin dihargai karena gayanya yang halus dan modern, sebuah ekspresi dari keahlian luar biasa dari Made in Italy; produk-produk ikoniknya semakin dicintai oleh semakin banyak pelanggan dari semua kelompok usia secara internasional," ujar Della Valle kala itu.

Koleksi ini jelas dirancang untuk menampilkan bahwa Tod's tidak perlu menjadi lebih bising, lebih trend-driven, atau lebih 'fashion' dalam pengertian konvensional untuk tetap relevan.

Yang perlu dilakukan, Tod's justru semakin menjadi dirinya sendiri.

Untuk itu, rumah mode ini melakukan satu langkah yang cerdas selama presentasi. Alih-alih sekadar berbicara tentang craftsmanship, mereka menampilkannya secara langsung.

Para perajin dari atelier Tod's di Marche, wilayah yang selama ini menjadi tulang punggung industri kulit, dibawa ke Villa Necchi untuk memperagakan keahlian mereka di hadapan para tamu.

Para undangan dapat melihat kulit dipilih, dipotong, dan dirakit oleh tangan-tangan yang selama ini hanya hadir sebagai abstraksi dalam bahasa pemasaran luxury.

Palet warna koleksi ini bergerak dalam logika yang sama.

Rona beige, cocoa, ochre, sesekali diselingi Riviera blue dan pearl grey dipilih bukan untuk mengguncang atau mencuri perhatian, melainkan untuk menenangkan, dan membiarkan material berbicara.

Aksesori yang ditampilkan pun mengulang argumen yang sama.

Red Dot sneaker, yang diposisikan sebagai ikon baru, berusaha menerjemahkan nilai lama Tod's ke dalam produk urban kontemporer: kemewahan sebagai kelembutan, keringanan, dan fungsionalitas.