Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menegaskan bahwa militer Israel akan tetap berada di Lebanon selatan selama diperlukan. Ia juga berkomitmen untuk mencegah Iran memperoleh senjata nuklir.

"Kami akan tetap berada di zona keamanan di Lebanon selatan selama diperlukan untuk melindungi penduduk Israel utara," kata Netanyahu dikutip AFP.

in1

>>> Top Skor Piala Dunia 2026: Messi Diburu 19 Pemain Lain

Ia menambahkan bahwa tidak ada yang akan mengubah komitmen tersebut.

Mengenai Iran, Netanyahu menyatakan tidak akan membiarkan negara itu memiliki senjata nuklir selama ia menjabat. "Saya tidak akan membiarkan Iran memperoleh senjata nuklir.

Selama saya menjabat sebagai perdana menteri Israel, itu tidak akan terjadi," ujarnya.

Netanyahu juga menegaskan bahwa perang Timur Tengah telah mencapai tujuan utama Israel, yaitu mencegah Iran memiliki senjata nuklir.

>>> Menkes Uji Kadar Gula, Minuman Favorit Ini Masuk Level Terburuk

"Kami mencegah Iran melaksanakan rencana untuk memusnahkan kami," kata dia.

Ia menyebut serangan gabungan AS dan Israel telah memberikan pukulan berat kepada Korps Garda Revolusi Iran. Menurutnya, Iran mungkin tidak akan pulih dalam waktu lama.

Netanyahu juga mengatakan pasukan Israel menargetkan "teroris Hizbullah" di Lebanon sambil berupaya meminimalkan korban sipil.

"Ketika wakil Iran tidak lagi menjadi ancaman, ketika negara itu dibubarkan, ketika senjatanya dilucuti, ya, kita akan berdamai dengan Lebanon," ujarnya.

>>> Dirjen Imigrasi Lantik Kakanwil Jabar dan Kakanim Jakbar Baru

Hizbullah telah menarik Lebanon ke dalam perang Timur Tengah pada awal Maret setelah kelompok militan yang didukung Iran itu menembakkan roket ke Israel sebagai pembalasan atas pembunuhan pemimpin tertinggi Iran dalam serangan AS-Israel.