BSDE Bayar Kupon Enam Seri Surat Utang Senilai Miliaran Rupiah
PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE) mengumumkan kesiapan pembayaran kupon untuk enam seri surat utang yang jatuh tempo pada Selasa, 23 Juni 2026.
Surat utang tersebut meliputi Obligasi Berkelanjutan IV Tahap I Tahun 2025 Seri A, B, dan C, serta Sukuk Ijarah Berkelanjutan II Tahap I Tahun 2025 Seri A, B, dan C.
>>> Francisco Conceicao: Pemain Portugal Tak Wajib Oper Bola ke Cristiano Ronaldo
Nilai pokok obligasi Seri A mencapai Rp562,5 juta dengan bunga 6%, Seri B sebesar Rp2,64 miliar dengan bunga 6,5%, dan Seri C bernilai Rp5,06 miliar dengan bunga 6,75%.
Sementara itu, Sukuk Ijarah Berkelanjutan II Seri A memiliki nilai Rp750 juta dengan bagi hasil 6%, Seri B senilai Rp2,43 miliar dengan bagi hasil 6,5%, dan Seri C bernilai Rp5,06 miliar dengan bagi hasil 6,75%.
Seluruh pembayaran instrumen keuangan ini menggunakan mata uang rupiah.
Dana untuk pembayaran bunga ketiga dari seluruh seri surat utang tersebut telah dialokasikan ke rekening PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) sejak Jumat, 19 Juni 2026.
Sekretaris Perusahaan BSDE, Ricardo Arif Dharmawan, menyatakan bahwa perseroan telah menempatkan total dana pembayaran bunga ke-3 ke rekening KSEI pada tanggal tersebut.
Di pasar modal, saham BSDE berada di level Rp565 per saham pada Senin, 22 Juni 2026 pukul 14.30 WIB.
>>> Apple Watch Lawas Tak Dapat watchOS 27, Ternyata Ini Sebabnya
Angka ini mencerminkan penurunan 20,98% dan terkoreksi 37,57% secara year to date (YTD).
Langkah pembayaran kupon ini diambil setelah perusahaan memutuskan untuk tidak membagikan dividen dari tahun buku 2025 dalam RUPST pada 17 Juni 2026.
Pemegang saham menyetujui alokasi laba bersih Rp2,55 triliun untuk dana cadangan sebesar Rp2,00 miliar, sedangkan sisanya sebesar Rp2,54 triliun dibukukan sebagai laba ditahan.
Direktur BSDE, Hermawan Wijaya, mengatakan bahwa laba ditahan tersebut akan digunakan untuk memperkuat modal kerja dan mendukung pengembangan usaha.
Manajemen menilai penahanan laba bersih ini menjadi strategi krusial untuk membiayai proyek baru serta memperluas kepemilikan aset tanah.
>>> HUT Jakarta ke-499, Transjakarta, MRT, dan LRT Cuma Rp1
Kebijakan permodalan tersebut juga ditujukan untuk menjaga fleksibilitas keuangan perusahaan dalam menangkap peluang bisnis masa depan.
Update Terbaru
AS Pasang Sistem Rudal Typhon di Jepang untuk Jaga-jaga Ancaman China
Senin / 22-06-2026, 16:02 WIB
Skotlandia Hadapi Brasil demi Tiket Babak 32 Besar Piala Dunia
Senin / 22-06-2026, 16:02 WIB
Jasindo Optimalkan Kinerja Asuransi Marine Cargo dengan Strategi Baru
Senin / 22-06-2026, 16:02 WIB
Cache Bikin Lemot HP Android? Begini Cara Membersihkannya
Senin / 22-06-2026, 16:01 WIB
4 HP Xiaomi Laris dengan Kamera Setara iPhone, Harga Mulai Rp1 Jutaan
Senin / 22-06-2026, 16:00 WIB
ASUS ExpertBook P1 PM1403: Laptop Bisnis Ringan 1,4 Kg dengan Performa Tinggi
Senin / 22-06-2026, 16:00 WIB
Menkeu Buka Peluang Kenaikan TKD hingga Rp 90 Triliun pada 2027
Senin / 22-06-2026, 16:00 WIB
Shin Tae-yong Latih Persija Jakarta Tanpa Janji Menang Terus
Senin / 22-06-2026, 16:00 WIB
Bakti Komdigi Siapkan Satria 1 untuk Dukung Program Prioritas di Wilayah 3T
Senin / 22-06-2026, 16:00 WIB
Stasiun KRL JIS Mulai Beroperasi, Layani Lintas Jakarta Kota-Tanjung Priok
Senin / 22-06-2026, 16:00 WIB
Samsung Electro-Mechanics Pasok Komponen Kunci Akselerator AI Pertama Qualcomm
Senin / 22-06-2026, 15:57 WIB
Omoway Luncurkan Motor Listrik Omo X dengan Teknologi Self Balancing, Harga Mulai Rp46,9 Juta
Senin / 22-06-2026, 15:57 WIB
Shin Min Ah: Jangan Terburu-buru Menikah, Kenali Diri Dulu
Senin / 22-06-2026, 15:57 WIB
Bocoran Baru: Galaxy S27 Pro Bakal Punya Fitur Layar Khas Ultra
Senin / 22-06-2026, 15:57 WIB






