PT Bumi Serpong Damai Tbk (BSDE) memutuskan untuk tidak membagikan dividen dari laba bersih tahun buku 2025.

Keputusan ini diambil dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar pada Rabu, 17 Juni 2026, di Jakarta.

in1

>>> Biaya Tol dan BBM Avanza Rute Jakarta Semarang Capai Rp846.250

Langkah penahanan laba ini bertujuan memperkuat struktur permodalan dan mendukung ekspansi bisnis ke depan. Direktur BSDE Hermawan Wijaya menyatakan bahwa penguatan permodalan melalui laba ditahan merupakan langkah strategis.

Menurut Hermawan, langkah ini akan mendukung pengembangan proyek baru, memperkuat land bank, serta menjaga fleksibilitas keuangan. Hal ini diharapkan dapat menciptakan nilai tambah berkelanjutan bagi pemegang saham.

Kinerja Solid Sepanjang 2025

Sepanjang tahun 2025, BSDE mencatatkan kinerja solid dengan realisasi prapenjualan (marketing sales) mencapai Rp10,04 triliun.

Angka ini melampaui target awal Rp10 triliun dan tumbuh 3 persen dari tahun sebelumnya yang sebesar Rp9,72 triliun.

Segmen residensial menjadi kontributor utama, terutama produk rumah tapak di kawasan BSD City dan proyek township lainnya.

Pendapatan usaha perusahaan mencapai Rp12,79 triliun, sementara total aset naik 4,27 persen menjadi Rp79,27 triliun pada akhir 2025.

Nilai ekuitas perusahaan meningkat 11,31 persen menjadi Rp52,67 triliun.

>>> Tiga Tunggal Putra Indonesia Lolos ke 16 Besar Macau Open 2026

Posisi kas dan setara kas tercatat sebesar Rp10,28 triliun dengan rasio utang bersih terhadap ekuitas yang sehat di angka 8,68 persen.

Perubahan Susunan Pengurus

RUPST juga menyetujui perubahan susunan pengurus. Muktar Widjaja mengundurkan diri dari jabatan Presiden Komisaris, dan Michael J.

P. Widjaja mundur dari Wakil Presiden Direktur.

Jabatan Presiden Komisaris kini dipegang oleh Teky Mailoa. Sementara itu, Franciscus Xaverius R.

D tetap menjabat sebagai Presiden Direktur untuk periode hingga RUPS Tahunan tahun buku 2029.

Target Marketing Sales 2026

Memasuki tahun 2026, BSDE menetapkan target marketing sales sebesar Rp10 triliun. Fokus utama tetap pada segmen residensial yang diproyeksikan menyumbang Rp5 triliun atau 50 persen dari target.

Segmen komersial ditargetkan menyumbang Rp3,5 triliun, dan segmen lainnya sebesar Rp1,5 triliun.

>>> ANTM Siap Bagikan Dividen Tunai Rp 5,04 Triliun pada Juni 2026

Dengan strategi ini, BSDE optimistis dapat terus tumbuh dan memberikan nilai tambah bagi pemegang saham.