Senator AS Desak Menkeu Tekan China Soal Pelemahan Yuan
Dua senator Amerika Serikat dari kubu berbeda mendesak Menteri Keuangan Scott Bessent untuk memperkuat kerja sama dengan Kelompok Tujuh (G7) dalam menekan China.
Mereka menilai Beijing sengaja melemahkan nilai tukar yuan demi keuntungan komersial.
>>> Uzbekistan Akui Keunggulan Kolombia pada Piala Dunia 2026
Langkah ini diambil oleh Elizabeth Warren dari Partai Demokrat dan Rick Scott dari Partai Republik melalui surat resmi pada Kamis, 18 Juni 2026.
Mereka melihat momentum pasca-KTT G7 sebagai peluang untuk menyatukan respons terhadap kebijakan mata uang China.
"Sekutu G7 kita memiliki kekhawatiran yang sama tentang mata uang China, dan pasca-KTT ini menghadirkan kesempatan untuk mengoordinasikan respons yang terpadu," tulis Warren dan Scott dalam surat kepada Bessent.
Kedua senator mendesak pemerintah AS mengambil tindakan tegas bersama sekutu global untuk memastikan transparansi pasar finansial di Asia Timur.
Mereka menyerukan upaya yang "menekan China untuk mengizinkan apresiasi yang didorong pasar dan transparansi penuh dalam praktik nilai tukarnya."
Warren dan Scott juga menyoroti dampak langsung pelemahan yuan terhadap sektor ketenagakerjaan AS.
>>> Klasemen Grup B Piala Dunia 2026: Kanada dan Swiss Bersaing Ketat
"Mata uang yang sengaja di-undervalued bertindak sebagai subsidi tersembunyi pada biaya impor sekaligus membuat ekspor AS lebih mahal," tulis mereka.
Manipulasi tersebut dinilai merugikan pasar domestik. Mereka memperingatkan ancaman nyata bagi pekerja AS jika situasi dibiarkan tanpa tindakan korektif.
Sebagai langkah awal, kedua politisi menyarankan pembentukan komitmen bersama di tingkat internasional untuk mengawasi pergerakan yuan.
Pernyataan bersama G7 yang menyerukan China mengizinkan apresiasi berbasis pasar dapat menjadi langkah pertama dalam upaya terkoordinasi.
Data ekonomi menunjukkan yuan stabil terhadap dolar AS selama empat tahun terakhir, namun melemah sekitar 9 persen terhadap euro meskipun China mencatat surplus perdagangan besar.
>>> Pasar Kripto Terkoreksi Tajam, Bitcoin Jatuh ke US$89.000
Departemen Keuangan AS belum memberikan komentar resmi terkait surat tersebut.
Update Terbaru
Gelandang Kanada Ismael Kone Alami Patah Kaki di Piala Dunia 2026
Jumat / 19-06-2026, 08:46 WIB
Hasil Imbang Afrika Selatan vs Ceko Panaskan Persaingan Grup A
Jumat / 19-06-2026, 08:46 WIB
3 Film Terbaru di Bioskop Hari Ini, Ada Ready or Not 2
Jumat / 19-06-2026, 08:45 WIB
Salford City Rekrut Peter Cklamovski Usai Berpisah dari Timnas Malaysia
Jumat / 19-06-2026, 08:45 WIB
Drakor Perfect Crown Raih Rating Tinggi pada Penayangan Perdana di MBC
Jumat / 19-06-2026, 08:45 WIB
Promo Hypermart 8-14 Mei 2026: Diskon Minyak Goreng hingga Susu
Jumat / 19-06-2026, 08:45 WIB
BPJS Ketenagakerjaan Tanggung Biaya Pengobatan JKK Tanpa Batas
Jumat / 19-06-2026, 08:44 WIB
Kejaksaan Agung Tahan Glory Harimas Sihombing dalam Kasus Korupsi BGN
Jumat / 19-06-2026, 08:44 WIB
Aktor Paul Avery dan Istri Tewas dalam Kebakaran Rumah di New Jersey
Jumat / 19-06-2026, 08:44 WIB
BPJS Kesehatan dan Pemangku Kepentingan Dorong Optimalisasi Program JKN di Maluku Utara
Jumat / 19-06-2026, 08:44 WIB
Polisi Amankan Dua Terduga Pelaku Curanmor di Parkiran GBK
Jumat / 19-06-2026, 08:44 WIB
5 Zodiak Paling Bahagia yang Selalu Ceria dan Tangguh
Jumat / 19-06-2026, 08:44 WIB
MSCI Pertahankan Indonesia sebagai Emerging Market pada Tinjauan 2026
Jumat / 19-06-2026, 08:42 WIB
Garena Rilis Kode Redeem FF 16 Mei 2026, Klaim Skin dan Bundle Gratis
Jumat / 19-06-2026, 08:42 WIB






