Dua senator lintas partai Amerika Serikat mendesak Menteri Keuangan Scott Bessent untuk meningkatkan kerja sama dengan Kelompok Tujuh (G7) guna menekan China terkait dugaan pelemahan nilai tukar yuan secara sengaja demi keuntungan dagang.

Langkah ini diambil di tengah kekhawatiran bersama dari negara-negara sekutu mengenai kebijakan mata uang Beijing, seperti dilansir dari Bloombergtechnoz.

in1

>>> Rupiah NDF Menguat ke Rp17.795 per Dolar AS Pasca Kenaikan Suku Bunga BI

Anggota parlemen AS menilai tindakan unilateral China tersebut merugikan tenaga kerja domestik karena bertindak sebagai subsidi impor sekaligus menaikkan biaya ekspor AS.

Surat resmi tersebut dikirimkan oleh Elizabeth Warren, politisi Demokrat terkemuka di Komite Perbankan Senat, bersama Rick Scott, senator Republik dari Florida yang juga memimpin panel khusus Senat tentang penuaan.

Mereka menyoroti stabilitas yuan terhadap dolar selama empat tahun terakhir yang berbanding terbalik dengan depresiasi 9 persen terhadap euro, meskipun China mencatatkan surplus perdagangan masif.

Desakan Koordinasi G7

"Sekutu G7 kita memiliki kekhawatiran yang sama tentang mata uang China, dan pasca-KTT ini menghadirkan kesempatan untuk mengoordinasikan respons yang terpadu," tulis Elizabeth Warren dan Rick Scott dalam suratnya kepada Bessent.

Kedua senator mendesak adanya tindakan kolektif agar Beijing memberikan transparansi penuh atas kebijakan ekonominya.

Mereka menyerukan upaya yang "menekan China untuk mengizinkan apresiasi yang didorong pasar dan transparansi penuh dalam praktik nilai tukarnya."

Dorongan ini juga mencakup permintaan agar Departemen Keuangan AS meninjau kembali status China dalam laporan valuta asing setengah tahunan mendatang.

>>> Omoway Luncurkan Motor Listrik Pintar OMO X, Indonesia Jadi Pasar Perdana

Pada laporan Januari 2026, yuan dinilai sangat undervalue namun tidak dilabeli sebagai hasil manipulasi.