PT Indonesian Paradise Property Tbk (INPP) mempertahankan target pertumbuhan pendapatan pada tahun 2026 meskipun sektor properti menghadapi tekanan akibat kenaikan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI Rate) menjadi 5,75 persen.

Keputusan tersebut diumumkan dalam Rapat Dewan Gubernur BI pada 17-18 Juni 2026. Langkah ini diambil untuk memperkuat stabilitas nilai tukar rupiah dan mengendalikan inflasi.

in1

>>> Peneliti Temukan Aturan Universal Respons Makhluk Hidup terhadap Suhu

Manajemen INPP tetap optimistis karena pendapatan berulang (recurring income) perseroan mencapai 90 persen pada kuartal I/2026. Hal ini menjadi bantalan utama terhadap fluktuasi suku bunga.

Wakil Presiden Direktur INPP Surina menyatakan bahwa stabilitas arus kas dari recurring income menjadi alasan tidak adanya revisi target.

"Kalau melihat dari kondisi saat ini di mana pada kuartal I/2026 posisi recurring income mencapai 90%, jadi kita tidak ada revisi target pertumbuhan," ujarnya dalam Public Expose, Kamis (18/6/2026).

Perseroan mematok target pertumbuhan pendapatan moderat sebesar 5 hingga 10 persen pada tahun ini. "Di tahun 2026 kita tetapkan target pertumbuhan 5%-10%.

Kami lebih baik menetapkan target yang moderat namun pencapaian bisa lebih tinggi," imbuh Surina.

Kinerja INPP juga didukung oleh peresmian 23 Semarang Shopping Center pada 13 Juni 2026.

>>> Peringatan JD Vance ke Israel Dongkrak Harga Minyak Brent

Pusat perbelanjaan baru ini diharapkan memperluas portofolio komersial dan memberikan dampak berganda bagi perekonomian setempat.

Presiden Direktur INPP Andri Hadi mengungkapkan bahwa perusahaan telah menyiapkan anggaran belanja modal (capital expenditure) sebesar Rp400 miliar untuk mendukung target pertumbuhan.

Fokus utama adalah menjaga kinerja keuangan tetap tangguh melalui proyek-proyek yang dikembangkan.

Sementara itu, Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo menyatakan bahwa kenaikan BI Rate sebesar 25 basis poin menjadi 5,75 persen merupakan langkah pre-emptive untuk menjaga inflasi tetap dalam kisaran sasaran 2,5±1 persen pada 2026 dan 2027.

Kenaikan suku bunga juga diikuti oleh penyesuaian Deposit Facility menjadi 4,75 persen dan Lending Facility menjadi 6,5 persen.

>>> Timnas Kanada Andalkan Jonathan David Hadapi Qatar

Kebijakan ini diambil untuk mengantisipasi ketidakpastian global yang masih tinggi.