Chipset merupakan komponen krusial yang berperan sebagai otak utama smartphone. Komponen ini mengontrol kecepatan aplikasi, kualitas pemrosesan kamera, hingga efisiensi daya baterai.

Banyak calon pembeli masih terfokus pada kapasitas RAM atau ruang penyimpanan. Padahal, chipset menjadi faktor paling penentu dalam pengalaman penggunaan sehari-hari.

in1

>>> Omoway Resmi Luncurkan Motor Listrik OMO X, Indonesia Jadi Pasar Perdana

Menentukan jenis chipset yang bagus tidak bisa disamaratakan. Pemilihan harus disesuaikan dengan kebutuhan aktivitas serta anggaran yang tersedia.

Chipset Entry Level

Perangkat di kelas entry level kini sudah memiliki performa andal untuk aktivitas harian. Aktivitas tersebut meliputi berselancar di media sosial, menonton video, hingga bermain game ringan.

MediaTek Helio G99 menjadi opsi populer pada ponsel berharga Rp2 jutaan hingga Rp3 jutaan. Chipset ini menawarkan kinerja stabil dan efisiensi daya yang baik.

Penggunaan chipset ini dapat ditemukan pada beberapa perangkat seperti Redmi Note 13 4G, Infinix Note 40, Tecno Camon 30, dan POCO M6 Pro.

Alternatif lain di kelas ini adalah Snapdragon 6 Gen 1 yang diproduksi dengan fabrikasi 4 nanometer. Chipset ini mendukung jaringan 5G serta efisien dalam penggunaan daya.

Ponsel seperti Vivo V50 Lite 5G dan Honor X9c 5G merupakan contoh perangkat yang mengadopsi komponen besutan Qualcomm tersebut.

Chipset Kelas Midrange

Segmen midrange menjadi pilihan rasional bagi pengguna yang menginginkan performa mendekati ponsel premium. Harganya pun lebih terjangkau.

Snapdragon 7 Gen 3 hadir di kelas ini dengan kemampuan mumpuni. Chipset ini mampu menangani aktivitas multitasking, bermain game, serta pengolahan gambar yang terasa lebih premium.

Beberapa smartphone yang menggunakan performa komponen ini antara lain Vivo V50, Honor 200, dan OnePlus Nord 4.