Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diperkirakan masih berada dalam fase konsolidasi pada perdagangan Jumat, 19 Juni 2026.

Phintraco Sekuritas mencatat, indeks akan menguji rentang resistance 6.250, pivot 6.180, serta support di level 6.100.

in1

>>> Lion Air Buka Penerbangan Langsung Lombok-Kuala Lumpur Mulai 28 Juni 2026

Pada perdagangan sebelumnya, IHSG ditutup melemah 0,78 persen ke level 6.172,34.

Sikap hati-hati investor muncul menjelang agenda rebalancing indeks FTSE dan pengumuman MSCI yang dijadwalkan pada 19 Juni 2026.

Di sisi lain, nilai tukar rupiah ditutup menguat 0,16 persen ke posisi Rp 17.710 per dolar AS pada 18 Juni 2026.

Penguatan rupiah terjadi setelah Bank Indonesia memutuskan menaikkan BI Rate sebesar 25 bps menjadi 5,75 persen.

Secara teknikal, stochastic RSI berada di area overbought, namun MACD masih menunjukkan histogram positif dengan posisi indeks di atas MA5, MA10, dan MA20.

"Dengan demikian, IHSG hari ini cenderung berkonsolidasi pada kisaran level 6.100-6.250," tulis Phintraco Sekuritas dalam risetnya.

Kebijakan Moneter dan Target Ekonomi

Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia memutuskan menaikkan BI Rate 25 bps menjadi 5,75 persen pada 18 Juni 2026.

Langkah ini diambil untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah dan menekan inflasi.

Secara total, Bank Indonesia telah menaikkan suku bunga sebesar 100 bps, menempatkan BI Rate pada level tertinggi sejak April 2025.

>>> Mantan Terapis Ungkap Manipulasi Komunikasi Diego Maradona Sebelum Wafat

Bank Indonesia mematok target inflasi tahun ini pada kisaran 1,5-3,5 persen, sementara pertumbuhan ekonomi diproyeksikan 4,9-5,7 persen secara tahunan.

Pertumbuhan kredit pada Mei 2026 mencapai 11,51 persen year-on-year (YoY), meningkat dari 9,98 persen pada April 2026.