Persidangan kasus kematian Diego Maradona di Argentina mengungkap fakta baru tentang manipulasi komunikasi yang dialami legenda sepak bola tersebut.

Mantan terapis yang mendampingi Maradona, Carlos Cottaro, memberikan kesaksian dalam persidangan pada Selasa, 16 Juni 2026.

in1

>>> Suporter Brasil dan Haiti Padati Philadelphia Jelang Laga Piala Dunia

Cottaro menyatakan bahwa ia melihat adanya manipulasi telepon yang dilakukan oleh orang-orang terdekat Maradona.

"Ada manipulasi, saya melihat manipulasi telepon," kata Cottaro dalam persidangan.

Ia menjelaskan bahwa sekretaris pribadi Maradona, Maximiliano Pomargo, memegang kendali penuh atas kunjungan pihak keluarga.

Pomargo bersama para asistennya sengaja memutus akses komunikasi dari luar.

>>> Giselle Aespa Alami Penurunan Berat Badan Akibat ADHD

"Telepon Diego berdering, mereka mengambilnya dan komunikasi tidak tersambung," ujar Cottaro.

Kondisi lingkungan tempat perawatan mandiri Maradona juga dinilai tidak layak dan kotor.

Proses hukum ini juga mendengarkan pembelaan dari tiga terdakwa, termasuk dokter klinis Pedro Di Spagna.

>>> BB TNBTS Amankan Empat Pendaki Ilegal Gunung Semeru

Tim medis yang terdiri dari dokter, perawat, dan psikolog menghadapi dakwaan pembunuhan tidak sengaja dengan ancaman hukuman hingga 25 tahun penjara.