Pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan untuk menghidupkan kembali sosok mendiang Diego Maradona dalam sebuah kampanye iklan komersial memicu gelombang penolakan keras di Argentina pada Juni 2026.

Kelima ahli waris sang legenda sepak bola dilaporkan menyetujui kontrak penggunaan hak citra tersebut. Hal ini kemudian memicu perdebatan mengenai aspek etika dan dampak sosial terhadap masyarakat luas.

in1

>>> Karhutla Aceh Barat: 34,1 Hektare Lahan Terbakar, Lima Kecamatan Terdampak

Peluncuran materi promosi digital yang menampilkan visual tiruan sang kapten legendaris bermula dari kesepakatan komersial yang melibatkan seluruh anak kandung Maradona.

Berdasarkan informasi dari Veronika Ojeda, ibu dari putra bungsu Maradona, total nilai kontrak yang disepakati mencapai 50.000 dolar AS atau setara dengan 72.386.550 peso berdasarkan nilai tukar per 18 Juni 2026.

Rincian mengenai pembagian dana komersial tersebut diungkapkan secara terbuka dalam program penyiaran LAM oleh jurnalis Ángel de Brito yang menyebutkan nominal yang diterima oleh salah satu anak mendiang.

"10.000 dólares cobró Dieguito Fernando," ujar Ángel de Brito.

Meskipun sempat beredar spekulasi mengenai adanya perbedaan persentase keuntungan yang lebih besar untuk beberapa pihak, distribusi dana tersebut dipastikan dibagi secara merata kepada seluruh ahli waris.

"Se supone que todos cobraron lo mismo," kata Ángel de Brito.

Proses negosiasi kontrak komersial ini awalnya tidak berjalan mulus karena adanya perbedaan pandangan di antara sesama anak kandung sang legenda sebelum akhirnya keputusan diambil melalui mekanisme suara mayoritas.

>>> Neymar Dipastikan Absen saat Brasil Hadapi Haiti di Piala Dunia 2026

"Los que querían al principio eran Jana, Diego Junior, pero Dalma y Gianinna no querían y terminaron aflojando," kata Pepe Ochoa.