Selama lebih dari dua pekan terakhir, langit Kabupaten Aceh Barat diselimuti asap putih keabu-abuan. Kepulan itu berasal dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda sejumlah titik.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Barat mencatat, sejak akhir Mei hingga pertengahan Juni, sedikitnya 34,1 hektare lahan telah terbakar.

in1

>>> Neymar Dipastikan Absen saat Brasil Hadapi Haiti di Piala Dunia 2026

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BPBD Kabupaten Aceh Barat, Teuku Ronal Nehdiansyah, mengatakan sebagian besar lokasi kebakaran sudah berhasil dipadamkan.

Meski belum sebesar karhutla di wilayah lain, kejadian ini menjadi pengingat bahwa persoalan kebakaran lahan masih menjadi pekerjaan rumah besar.

Di balik angka tersebut, tersimpan kisah perjuangan manusia melawan api dan pelajaran tentang hubungan kita dengan alam.

Sebaran Api di Lima Kecamatan

Berdasarkan data Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD Aceh Barat, api tidak berada di satu lokasi, melainkan menyebar di lima kecamatan: Bubon, Samatiga, Meureubo, Arongan Lambalek, dan Johan Pahlawan.

Kecamatan Bubon menjadi wilayah paling terdampak dengan total lahan terbakar mencapai 25 hektare.

Sebaran titik api yang terpencar membuat upaya pemadaman semakin rumit. Tim gabungan harus membagi personel, peralatan, dan perhatian ke berbagai titik sekaligus.

Petugas bekerja di tengah cuaca kering yang berlangsung berminggu-minggu. Curah hujan minim membuat vegetasi mudah terbakar, sementara angin kencang mempercepat penyebaran api dan menyulitkan pemadaman.

Asap tebal membatasi jarak pandang hingga hanya beberapa meter. Akses menuju lokasi kebakaran sering kali hanya jalan tanah sempit yang tidak dapat dilalui kendaraan besar.

>>> MSCI Pangkas Rating Arus Informasi Pasar Modal Indonesia Jadi Negatif

Banyak armada pemadam terpaksa berhenti di tepi jalan utama.