Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) menetapkan tiga wilayah prioritas penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Langkah ini diambil untuk memperkuat kesiapsiagaan menghadapi potensi peningkatan risiko kebakaran saat musim kemarau.

>>> Pecatur Indonesia Chelsie Monica Kalahkan Magnus Carlsen di Hong Kong

Gubernur Kalsel Muhidin memaparkan langkah penanganan karhutla dalam Rapat Koordinasi Nasional Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan Tahun 2026 secara daring.

Rapat tersebut dihadiri oleh Kementerian Koordinator Bidang Politik dan Keamanan serta Kementerian Kehutanan.

Tiga wilayah prioritas tersebut meliputi kawasan Ring I Bandara Internasional Syamsudin Noor di Banjarbaru.

Kemudian wilayah utara yang mencakup enam kabupaten di kawasan Banua Anam, serta kawasan Pegunungan Meratus yang meliputi Tanah Bumbu, Kotabaru, dan sebagian Tanah Laut.

Langkah Mitigasi dan Pengendalian

Pemprov Kalsel memperkuat mitigasi melalui penerbitan Surat Edaran Gubernur tentang Antisipasi dan Kesiapsiagaan Karhutla Tahun 2026.

Langkah ini disertai pemetaan wilayah rawan berbasis data, peningkatan patroli terpadu, serta penguatan sistem pemantauan titik panas secara berkala.

Upaya pengendalian juga diperkuat melalui pembangunan sarana dan prasarana seperti embung, kanal, dan pintu air di wilayah rawan.

Selain itu, dilaksanakan apel kesiapsiagaan dan simulasi penanggulangan kebakaran yang melibatkan berbagai unsur terkait di daerah.

>>> Telkom Indonesia Terbitkan Sustainability Report 2025, Integrasikan Prinsip ESG

Pemerintah pusat menekankan pentingnya penguatan pencegahan, deteksi dini, kesiapan personel dan peralatan, serta koordinasi lintas sektor yang lebih terpadu.

Hal ini sesuai amanat Instruksi Presiden Nomor 3 Tahun 2020 tentang Penanggulangan Kebakaran Hutan dan Lahan.

Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Kalsel Fathimatuzzahra menegaskan komitmen jajarannya untuk terus meningkatkan kesiapsiagaan.

Upaya tersebut meliputi penguatan patroli terpadu, pemantauan hotspot, serta edukasi kepada masyarakat sebagai strategi pencegahan karhutla di daerah rawan.

Menghadapi potensi musim kemarau dan pengaruh El Nino, pihaknya terus meningkatkan kesiapsiagaan sumber daya dan memperkuat koordinasi lintas sektor.

Sinergi antara pemerintah pusat, daerah, dunia usaha, dan masyarakat menjadi kunci utama pengendalian karhutla.

Melalui penetapan tiga wilayah prioritas ini, Pemprov Kalsel berharap sinergi lintas sektor semakin kuat.

>>> Ensign dan iCIO Community Gelar Pelatihan Simulasi Krisis Siber untuk Pemimpin Teknologi

Upaya pencegahan dan penanggulangan kebakaran hutan dan lahan diharapkan berjalan lebih efektif, terpadu, dan berkelanjutan dalam menghadapi ancaman perubahan iklim ekstrem.