Ensign InfoSecurity bersama iCIO Community meluncurkan program pelatihan simulasi krisis siber bertajuk "From Threat to Action: Cyber Simulation Experience".

Program ini dirancang untuk mengasah kemampuan kepemimpinan krisis dan pengambilan keputusan strategis para pemimpin teknologi di Indonesia.

>>> Menaker Siap Tinjau Aturan Batasan Pekerja Outsourcing

Head of Consulting PT Ensign InfoSecurity Indonesia Adithya Nugraputra menekankan pentingnya latihan menghadapi krisis siber.

"Momen paling berbahaya dalam sebuah krisis siber jarang terjadi pada saat serangan itu sendiri.

Momen tersebut adalah ketika para pemimpin harus mengambil keputusan berdampak besar tanpa pernah berlatih menghadapinya," ujarnya dalam keterangan tertulis, Kamis (18/6/2026).

Pelatihan ini memberikan kesempatan bagi peserta untuk mengalami langsung tekanan insiden nyata.

Mereka akan melalui berbagai fase penanganan, mulai dari pendeteksian gangguan, penahanan dampak, respons cepat, pemulihan sistem, hingga pengelolaan komunikasi publik.

Selain aspek teknis, program ini juga mencakup pertimbangan keberlangsungan bisnis, koordinasi internal, mitigasi dampak pelanggan, kepatuhan regulasi, dan komunikasi dengan pemangku kepentingan.

Ancaman Siber di Asia Pasifik Meningkat

Peluncuran program ini dilakukan di tengah situasi keamanan digital yang memanas di Asia Pasifik.

Laporan Ensign Cyber Threat Landscape 2025 mencatat pertumbuhan ekonomi bawah tanah yang masif, melibatkan kelompok ransomware, Initial Access Brokers, dan hacktivist yang semakin terkoordinasi.

>>> Pertamina Patra Niaga Modernisasi 1.920 SPBU di Indonesia

Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) pada April 2026 mengumumkan sekitar 5,5 miliar serangan siber terjadi sepanjang tahun 2025.

Angka tersebut diprediksi terus meningkat pada 2026.

Koordinator Divisi Partnership iCIO Community Periode 2024-2026 Benedict Sulaiman menegaskan peran krusial CIO saat ini. "Para CIO Indonesia saat ini dituntut untuk melakukan lebih dari sekadar memahami teknologi.