PT Pertamina Patra Niaga telah memperbarui sebanyak 1.920 Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di seluruh Indonesia.

Program modernisasi ini berjalan sejak tahun 2023 melalui inisiatif retail make over (RMO).

>>> Brawijaya Hospital Luncurkan Pusat Layanan Terapi Regeneratif

Langkah ini dilakukan untuk mendongkrak kualitas fasilitas demi kenyamanan masyarakat. Perusahaan menegaskan bahwa perbaikan tidak hanya fokus pada infrastruktur fisik, tetapi juga peningkatan pelayanan secara menyeluruh.

Standarisasi mutu bahan bakar minyak (BBM) yang dipasarkan tetap berjalan ketat sesuai ketentuan pemerintah. Produk Pertamax dipastikan konsisten memiliki Research Octane Number (RON) 92.

Pengawasan kualitas produk dilakukan secara intensif dan berkala, mulai dari rantai terminal penyimpanan, proses distribusi, hingga ke tangan konsumen di SPBU.

Penentuan harga BBM nonsubsidi merujuk pada regulasi pasar dan formula pemerintah.

>>> FFI 2026 Jadi Momentum Refleksi Bangsa Lewat Film

Komitmen terhadap Kualitas dan Kenyamanan

Vice President Corporate Communication Pertamina Patra Niaga, Kitty Andhora, menyatakan bahwa program RMO bertujuan meningkatkan fasilitas SPBU agar lebih nyaman dan modern.

Di saat yang sama, kualitas produk tetap terjaga sehingga masyarakat dapat bertransaksi dengan aman dan nyaman.

Evaluasi harga secara reguler dilakukan setiap bulan untuk menyesuaikan kondisi perekonomian terbaru. Hal ini berlaku kecuali terdapat ketentuan khusus yang dikeluarkan oleh otoritas berwenang.

Kitty Andhora menjelaskan bahwa harga eceran BBM non subsidi mengikuti formula harga yang ditetapkan pemerintah dan perkembangan harga pasar.

>>> Kejagung Tetapkan Pihak Swasta sebagai Tersangka Keenam Kasus MBG

Evaluasi harga normal dilakukan setiap bulan, kecuali ada kebijakan lain dari pemerintah.