KLH: 350 Desa Mandiri Peduli Gambut Beri Manfaat Ekonomi bagi Masyarakat
Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) menyatakan sebanyak 350 Desa Mandiri Peduli Gambut (DMPG) yang aktif di seluruh Indonesia mampu memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat melalui pengelolaan perkebunan berkelanjutan.
Deputi Bidang Tata Lingkungan dan Sumber Daya Alam Berkelanjutan KLH/BPLH Sigit Reliantoro mengatakan konsep DMPG meliputi pembasahan, revegetasi, dan revitalisasi ekonomi masyarakat.
>>> Kenaikan BI Rate Tekan Saham Perbankan, Pasar Sudah Antisipasi
"Kita punya 350-an DMPG itu sudah terbukti. Konsepnya adalah pembasahan, kemudian ada kegiatan juga untuk revegetasi, menanam tumbuhan.
Selain itu, juga harus ada revitalisasi ekonomi masyarakat karena untuk menjaga alam itu pasti dia harus punya manfaat ekonomi," kata Sigit saat mendampingi Menteri Lingkungan Hidup/Kepala BPLH Moh Jumhur Hidayat dalam kunjungan ke Kabupaten Pelalawan, Riau, Kamis.
Ia menjelaskan, di sejumlah lokasi masyarakat diberdayakan untuk menanam berbagai komoditas hingga beternak sebagai bagian dari pemberdayaan DMPG.
"Itu contohnya ada nanas, maka kita bantu nanas, kita bantu kambing, kita bantu kolam dan sebagainya. Kalau misal disekat, sebetulnya dia bisa jadi kolam ikan juga.
Tentu ditanya masyarakat maunya apa, enggak bisa kita langsung 'Oh iya, tanam begini.' Tetap harus ditanya, kita desain, terus kita fasilitasi," ujar Sigit.
>>> ASDP Mulai Bangun Dermaga Pelabuhan Tanjung Uban untuk Konektivitas Kepri
Pembangunan Sekat Kanal Cegah Karhutla
Dalam kesempatan yang sama, Menteri Lingkungan Hidup/Kepala BPLH Moh Jumhur Hidayat meninjau pembangunan sekat kanal di lahan gambut yang berfungsi mencegah kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Jumhur menegaskan Indonesia membutuhkan 540 ribu sekat kanal agar karhutla dapat ditekan mendekati nol.
Saat ini baru terbangun sekitar 50 ribu sekat kanal atau sekitar 10 persen dari kebutuhan.
"Kalau bicara Indonesia, kita perlu membangun sekat kanal supaya kebakaran bisa direduksi mendekati nol, dibutuhkan membangun sekat kanal sebanyak 540 ribu.
Kita baru membangun sekarang total sekitar 50 ribu, jadi masih baru 10 persen. Maka tentu perlu pembiayaan, edukasi," katanya.
>>> Saham Intel Melonjak 7% Usai Trump Klaim Kemitraan dengan Apple
Ia juga menekankan pentingnya penggantian bagi masyarakat yang mungkin terganggu akibat pembangunan sekat kanal, sehingga anggaran harus mengedepankan pemberdayaan masyarakat.
Update Terbaru
Airlangga: Prabowo Tekankan Peran Himbara Dorong Perekonomian Nasional
Kamis / 18-06-2026, 20:52 WIB
5 Rekomendasi Smart TV Murah di Bawah Rp2 Jutaan
Kamis / 18-06-2026, 20:50 WIB
Jemaah Haji Internasional Padati Gua Hira di Makkah
Kamis / 18-06-2026, 20:50 WIB
Klaim Asuransi Kredit AAUI Tembus Rp 4,21 Triliun, Rasio Capai 102 Persen
Kamis / 18-06-2026, 20:50 WIB
Teladan Metropolitan City Rally 2026 Siap Meriahkan HUT ke-499 Jakarta
Kamis / 18-06-2026, 20:50 WIB
Davina Karamoy Diperiksa sebagai Saksi Kasus Penipuan Hanania
Kamis / 18-06-2026, 20:50 WIB
Shin Tae-yong Tetapkan Kriteria Skuad Persija Jakarta Musim 2026/2027
Kamis / 18-06-2026, 20:50 WIB
Davina Karamoy Jadi Korban Penipuan Travel Haji Hanania Group
Kamis / 18-06-2026, 20:50 WIB
Alberto Puig Tinggalkan Jabatan Team Manager Honda MotoGP Akhir Musim 2026
Kamis / 18-06-2026, 20:49 WIB
Chef Remy Sedayu Bagikan Strategi Bisnis Kuliner Berkelanjutan untuk UMKM
Kamis / 18-06-2026, 20:48 WIB
Jamintel: Aplikasi Jaga Desa Berhasil Tekan Kasus Hukum Kepala Desa
Kamis / 18-06-2026, 20:48 WIB
Tekan Populasi, KPKP Jakbar Sterilisasi Ratusan Kucing Jantan Lokal
Kamis / 18-06-2026, 20:48 WIB
BI: Kenaikan BBM Nonsubsidi Berpotensi Sumbang Inflasi 0,25 Persen
Kamis / 18-06-2026, 20:48 WIB
Persebaya Surabaya Resmi Rekrut Ramadhan Sananta untuk Liga 1
Kamis / 18-06-2026, 20:48 WIB






