Tekanan melanda sejumlah saham perbankan besar di Bursa Efek Indonesia setelah Bank Indonesia menaikkan BI Rate sebesar 25 basis poin menjadi 5,75%.

Saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) turun 3,19% ke Rp 6.075, melemah 24,77% sejak awal tahun.

>>> ASDP Mulai Bangun Dermaga Pelabuhan Tanjung Uban untuk Konektivitas Kepri

PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) melemah 1,84% ke Rp 3.730 dengan koreksi year-to-date 14,65%.

Sementara itu, PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) lebih kuat dengan penurunan hanya 0,45% ke Rp 4.470, meski secara tahun berjalan turun 12,35%.

Dampak Terbatas karena Antisipasi Pasar

Analis RHB Sekuritas Andrey Wijaya menilai kenaikan BI Rate memang memperberat sektor perbankan melalui lonjakan biaya dana dan risiko penyusutan margin bunga bersih.

"Namun dampaknya terhadap harga saham relatif terbatas karena pasar telah mengantisipasi siklus pengetatan moneter sejak beberapa bulan terakhir," ujar Andrey.

Menurutnya, dinamika saham ke depan akan lebih ditentukan oleh fundamental emiten seperti laju penyaluran kredit, kualitas aset, pergerakan rupiah, dan arus masuk modal asing.

Sentimen positif juga diharapkan dari kebijakan penempatan Devisa Hasil Ekspor Sumber Daya Alam di perbankan dalam negeri yang dapat mempertebal likuiditas.

Berdasarkan data Bank Indonesia, penyaluran kredit perbankan tumbuh 11,51% secara tahunan pada Mei 2026, meningkat dari 9,89% pada April 2026.

Kredit investasi melonjak 21,95% YoY, kredit modal kerja 8,09% YoY, dan kredit konsumsi 5,89% YoY.

Rekomendasi Saham Pilihan

Andrey menilai BBCA sebagai pilihan defensif terbaik karena struktur dana murah yang kuat dengan CASA sekitar 85% dan kualitas aset terbaik di sektor perbankan.

>>> Saham Intel Melonjak 7% Usai Trump Klaim Kemitraan dengan Apple