Kenaikan BI Rate Berpotensi Tingkatkan Beban Cicilan Masyarakat dan Dunia Usaha
Kenaikan suku bunga acuan atau BI Rate yang dilakukan secara agresif berpotensi meningkatkan beban cicilan masyarakat dan dunia usaha.
Kondisi tersebut dapat memicu kenaikan rasio kredit bermasalah (non-performing loan/NPL) perbankan karena debitur menghadapi biaya pinjaman yang lebih tinggi.
>>> Putin Sambut Penguatan Hubungan Rusia dan ASEAN di KTT Kazan
Di sisi lain, langkah tersebut dinilai tetap diperlukan untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah dan menahan tekanan eksternal yang berasal dari kebijakan moneter global.
Dilema Kebijakan Moneter
Ekonom senior sekaligus Direktur Eksekutif di Institute for Development of Economics and Finance (INDEF), Tauhid Ahmad, mengatakan kenaikan BI Rate memang membawa konsekuensi yang tidak mudah.
Di satu sisi dibutuhkan untuk memperkuat nilai tukar rupiah, namun di sisi lain dapat menekan kemampuan bayar masyarakat.
"Biasanya memang dalam kondisi seperti ini dua-duanya kena. Ketika nilai tukar sedang tertekan, fokusnya harus bagaimana rupiah bisa lebih kuat dulu.
Kalau tidak, dampaknya bisa lebih besar, mulai dari kenaikan harga akibat inflasi hingga meningkatnya beban subsidi pemerintah," ujar Tauhid kepada Kompas.
com, Kamis (18/6/2026).
Menurutnya, persepsi masyarakat yang mengaitkan kenaikan BI Rate dengan kenaikan suku bunga kredit bukanlah hal yang keliru.
Dalam praktiknya, kenaikan suku bunga acuan memang berpotensi diikuti peningkatan bunga pinjaman yang kemudian menambah beban cicilan rumah tangga maupun pelaku usaha.
"Dilemanya, cost of fund dunia usaha akan naik, baik bagi UMKM maupun sektor lainnya. Ketika biaya dana meningkat, risiko kredit macet juga naik dan biasanya ekonomi ikut melambat.
Konsumsi masyarakat pun cenderung menurun," katanya.
Tauhid menilai situasi saat ini merupakan pilihan kebijakan yang serba sulit karena tidak ada opsi yang sepenuhnya menguntungkan.
Update Terbaru
Kemensos Salurkan BPNT 2026 Rp200 Ribu per Bulan, Dibagi Empat Tahap
Kamis / 18-06-2026, 21:13 WIB
Rockstar Games Umumkan Jadwal Pre-Order GTA 6, Mulai 25 Juni 2026
Kamis / 18-06-2026, 21:13 WIB
Bank Indonesia Naikkan BI-Rate Jadi 5,75% untuk Stabilkan Rupiah
Kamis / 18-06-2026, 21:12 WIB
Kemen UMKM dan Grab Percepat Digitalisasi UMKM Lewat Program Kota Masa Depan
Kamis / 18-06-2026, 21:12 WIB
Resonine Gelar Soundrenaline 2026 di Lima Kota Besar Mulai Juli
Kamis / 18-06-2026, 21:12 WIB
Simpanan LKM Konvensional Turun per April 2026, OJK Catat Kontraksi
Kamis / 18-06-2026, 21:12 WIB
TikTok Luncurkan Fitur AI Baru untuk Pengembang di Singapura
Kamis / 18-06-2026, 21:12 WIB
Epic Games Konfirmasi Unreal Engine 6 dengan Integrasi AI Gemini
Kamis / 18-06-2026, 21:12 WIB
4 Rekomendasi Tablet Mini Terbaik di Indonesia, Praktis untuk Mobilitas
Kamis / 18-06-2026, 21:11 WIB
Sega Gelar Mid-Year Deals 2026, Diskon Game hingga 70 Persen
Kamis / 18-06-2026, 21:11 WIB
Polda Metro Jaya Gelar Road to E-Sport Tournament Kapolda Cup 2026
Kamis / 18-06-2026, 21:10 WIB
Sony Sonjaya Ungkap Pengadaan CCTV Fiktif di BGN
Kamis / 18-06-2026, 21:10 WIB
4 Smartwatch Stylish dan Premium di Indonesia Tahun 2026
Kamis / 18-06-2026, 21:10 WIB
Sega Gelar Promo Mid-Year Deals 2026 di PlayStation Store
Kamis / 18-06-2026, 21:10 WIB






