Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) bekerja sama dengan Grab Indonesia dan OVO untuk mempercepat digitalisasi pelaku UMKM di berbagai daerah.

Program tersebut diberi nama Kota Masa Depan: Berani Digital, yang bertujuan meningkatkan daya saing dan memperluas pasar UMKM.

>>> Resonine Gelar Soundrenaline 2026 di Lima Kota Besar Mulai Juli

Asisten Deputi Kemitraan Rantai Pasok dan Pemasaran Usaha Kecil Kementerian UMKM Yogia Prihartiny mengatakan program ini mencakup pelatihan, pendampingan usaha, akses pembiayaan digital, serta penguatan pemanfaatan teknologi.

Pernyataan itu disampaikan dalam kegiatan Program Kota Masa Depan UMKM yang digelar Grab dan OVO di Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Kamis.

Yogia menekankan bahwa transformasi digital UMKM bukan sekadar hadir di platform online, tetapi bagaimana pelaku usaha mampu meningkatkan produktivitas dan daya saing melalui teknologi.

Ia mengapresiasi Grab Indonesia yang konsisten berkolaborasi dengan pemerintah dan pemangku kepentingan lain dalam memperkuat ekosistem ekonomi digital, memperluas akses pasar, serta membuka peluang usaha dan pekerjaan.

Banjarmasin Jadi Kota ke-17 Pelaksanaan Program

Head of Expansion Operations Territory Grab Indonesia Yose Tireza Arizal menyebut Banjarmasin sebagai kota ke-17 pelaksanaan Program Kota Masa Depan: Berani Digital.

Sejak 2021, program ini telah membantu lebih dari 200 ribu UMKM masuk ekosistem digital dan menyalurkan pembiayaan lebih dari Rp6 triliun kepada mitra UMKM dan pengemudi melalui GrabModal by OVO Finansial.

Di Banjarmasin, sebanyak 25 UMKM terpilih menerima dukungan modal melalui Program GrabModal Mantul setelah melalui seleksi berbasis risiko dan performa usaha.

>>> Simpanan LKM Konvensional Turun per April 2026, OJK Catat Kontraksi

Yose berharap dukungan ini dapat meningkatkan kapasitas produksi, memperluas usaha, serta membuka peluang kerja baru di daerah.