Kenaikan BI Rate Berpotensi Tingkatkan Beban Cicilan Masyarakat dan Dunia Usaha
Oleh sebab itu, pemerintah dan otoritas keuangan perlu menyiapkan langkah tambahan agar lonjakan kredit bermasalah dapat ditekan.
"Kalau ingin kredit macet tidak tumbuh tinggi, harus ada kebijakan pendukung. Misalnya restrukturisasi kredit, keringanan bunga, atau tambahan subsidi bunga KUR.
Instrumen-instrumen seperti itu bisa membantu mengurangi tekanan terhadap debitur," tuturnya.
Ia menjelaskan, langkah agresif Bank Indonesia juga tidak lepas dari strategi front-loading dalam merespons tingginya suku bunga global, khususnya di Amerika Serikat.
>>> FAM Rombak Struktur Kepengurusan dan Kepelatihan Timnas Malaysia
Menurutnya, BI memilih bertindak lebih cepat untuk mengantisipasi potensi arus keluar modal yang dapat memperlemah rupiah.
"Daripada terlambat merespons, BI memilih menaikkan suku bunga lebih dulu.
Kalau tidak, risiko capital outflow akan semakin besar dan itu bisa memberikan tekanan tambahan terhadap nilai tukar," jelasnya.
Selain itu, kenaikan BI Rate juga dinilai dapat menjaga daya tarik instrumen Surat Berharga Negara (SBN) di tengah tren penurunan imbal hasil.
Dengan yield yang tetap kompetitif, aliran modal asing diharapkan kembali masuk dan membantu memperkuat rupiah.
Tauhid menambahkan, kondisi pasar saham yang masih lesu membuat sumber arus modal masuk menjadi lebih terbatas.
Karena itu, kebijakan suku bunga menjadi salah satu instrumen utama yang dapat digunakan untuk menjaga stabilitas sektor keuangan.
"Pasar saham masih membutuhkan waktu untuk pulih, sementara surplus neraca dagang semakin menipis dan defisit transaksi berjalan masih cukup besar.
Dalam kondisi seperti ini, mau tidak mau jangkar kebijakannya sementara harus melalui BI Rate terlebih dahulu," katanya.
Sebagai informasi, Bank Indonesia (BI) kembali menaikkan suku bunga acuan (BI rate) sebesar 25 basis poin menjadi 5,75 persen dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bulanan BI periode Juni 2026.
Update Terbaru
Depinas SOKSI dan KP2MI Jalin Kerja Sama Perkuat Pelindungan Pekerja Migran
Kamis / 18-06-2026, 22:21 WIB
Rockstar Games Buka Masa Prapesan GTA VI Mulai 25 Juni 2026
Kamis / 18-06-2026, 22:20 WIB
Davina Karamoy Kembalikan Uang Saku Usai Diperiksa Polisi
Kamis / 18-06-2026, 22:20 WIB
PGN Kembangkan Program Minapadi Salin di Pesisir Batang
Kamis / 18-06-2026, 22:20 WIB
Rockstar Pastikan Tanggal Pemesanan Awal GTA 6
Kamis / 18-06-2026, 22:20 WIB
BNPT: Ancaman Radikalisme di Kepri Menurun dalam Dua Tahun Terakhir
Kamis / 18-06-2026, 22:20 WIB
4 Laga dengan Skor Besar di Matchday I Piala Dunia 2026
Kamis / 18-06-2026, 22:20 WIB
Hasil Piala Dunia 2026 Grup K dan L: Inggris Menang, Ronaldo Dikritik Henry
Kamis / 18-06-2026, 22:16 WIB
Ibrahima Konate Jadi Transfer Gratis Termahal Kesembilan Sepanjang Sejarah
Kamis / 18-06-2026, 22:16 WIB
PLN Terapkan Pembatasan Beban Listrik di Surabaya, Sidoarjo, dan Gresik
Kamis / 18-06-2026, 22:15 WIB
Bank Indonesia Naikkan BI Rate Dua Kali pada Juni 2026 ke 5,75 Persen
Kamis / 18-06-2026, 22:15 WIB
Garudafood Buka Lowongan Kerja hingga 30 Juni 2026, Ini Daftar Posisinya
Kamis / 18-06-2026, 22:15 WIB
6 Koleksi Mobil Mewah Menteri Terkaya RI Widiyanti Putri
Kamis / 18-06-2026, 22:15 WIB
OJK: Simpanan Lembaga Keuangan Mikro Konvensional Turun Akibat Penarikan Lebaran
Kamis / 18-06-2026, 22:15 WIB






