PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) resmi memulai proyek pengembangan Pelabuhan Tanjung Uban di Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau, pada Kamis (18/6/2026).

Peletakan batu pertama ini bertujuan meningkatkan konektivitas antarpulau serta mendongkrak perekonomian wilayah.

>>> Saham Intel Melonjak 7% Usai Trump Klaim Kemitraan dengan Apple

Kapasitas fasilitas pelabuhan akan ditingkatkan secara signifikan untuk mendukung arus distribusi logistik dan mobilitas warga yang terus melonjak.

Sepanjang Januari hingga Mei 2026, Pelabuhan Tanjung Uban mencatat pergerakan 301.221 penumpang dan 131.684 kendaraan.

Proyek ini mencakup pembangunan Dermaga 2 sepanjang 119,48 meter yang mampu melayani kapal berkapasitas hingga 1.000 Gross Tonnage (GRT).

Fasilitas penunjang berupa jembatan gerak berkapasitas 80 ton juga disediakan untuk kelancaran bongkar muat kendaraan.

Selain itu, Dermaga 1 akan diperkuat agar dapat menampung kapal berukuran hingga 2.000 GRT dengan panjang sandaran mencapai 200,90 meter.

Komitmen ASDP untuk Pertumbuhan Ekonomi Daerah

Direktur Utama ASDP Heru Widodo menjelaskan bahwa penambahan infrastruktur penyeberangan ini dipersiapkan sebagai motor penggerak pertumbuhan ekonomi daerah.

"Setiap dermaga yang kami bangun bukan sekadar infrastruktur fisik, melainkan penghubung berbagai peluang ekonomi, pengembangan sektor pariwisata, dan peningkatan daya saing daerah," ujarnya.

Inisiatif ini merupakan bagian dari komitmen ASDP dalam mewujudkan visi "We Bridge the Nation", menghubungkan wilayah sekaligus membuka akses terhadap pertumbuhan yang lebih inklusif.

>>> Kemensos Salurkan Bansos PKH dan BPNT 2026 Tahap 2 Berbasis DTSEN

Peningkatan fasilitas ini didukung penuh oleh Gubernur Kepulauan Riau Ansar Ahmad yang menilai penguatan pelabuhan sangat krusial bagi provinsi kepulauan.

Pihak manajemen memperkirakan seluruh pengerjaan fisik dapat diselesaikan secara menyeluruh pada akhir tahun ini.