Bagi investor agresif, BMRI, BBRI, dan BBTN direkomendasikan untuk jangka pendek.

BMRI ditopang tren kenaikan laba, BBRI menanti pemulihan kredit mikro, dan BBTN berpotensi tumbuh berkat akuisisi portofolio kredit pensiun.

RHB Sekuritas mempertahankan peringkat overweight untuk sektor perbankan dengan saham andalan BMRI, BBRI, BRIS, dan BBTN.

Untuk investor konservatif, BBCA tetap disarankan beli dengan target harga Rp 8.650 per saham.

Founder Republik Investor Hendra Wardana menambahkan bahwa penurunan harga saham adalah respons wajar. Investor khawatir akan perlambatan kredit dan pembengkakan rasio pembiayaan bermasalah.

"Pada fase awal pengetatan moneter, harga saham perbankan sering tertekan. Namun setelah margin bunga tetap sehat dan kredit bermasalah terkendali, valuasi biasanya pulih," ujar Hendra.

Ia sepakat BBCA paling defensif, BBRI punya ruang pemulihan besar, BMRI kokoh berkat diversifikasi, dan BBNI berpotensi menjadi kuda hitam karena valuasi murah.

Fokus investor ke depan adalah kemampuan bank mengendalikan NIM dan NPL di tengah tekanan biaya dana.

>>> Kemensos Salurkan Bansos PKH dan BPNT 2026 Tahap 2 Berbasis DTSEN

"Selama kedua indikator sehat, sektor perbankan masih jadi penopang utama pasar modal," tutup Hendra.