Sidang lanjutan kasus kematian Diego Maradona di Pengadilan Oral Kriminal Nomor 7 San Isidro pada 18 Juni 2026 menghadirkan saksi kunci yang memberikan keterangan kontradiktif.

Juru masak pribadi Maradona, Milagros "Monona" Rodriguez, menuai sorotan tajam dari majelis hakim karena terus-menerus mengaku tidak ingat saat dicecar pertanyaan krusial.

in1

>>> AS dan Iran Teken Nota Kesepahaman, Blokade Maritim Dicabut

Ketua Majelis Hakim Alberto Gaig bahkan sempat menghentikan persidangan untuk memberikan peringatan keras kepada Rodriguez.

"Kami pikir ada keadaan yang bisa Anda ceritakan lebih detail. Karena dengan 'Saya tidak ingat' sepertinya Anda menghindari jawaban," kata Gaig.

Rodriguez berdalih bahwa faktor emosional dan kesedihan mendalam membuatnya sulit mengingat detail peristiwa di rumah sewaan Tigre tersebut.

Ketika dipaksa oleh Jaksa Penuntut Umum Patricio Ferrari, Rodriguez akhirnya memaparkan upaya penyelamatan yang dilakukan bersama tim medis.

"Saya terbangun seperti biasa, sarapan, lalu dokter datang. Diego sedang tidur.

Mereka masuk memberi obat, keluar dan mengatakan Diego tidak bangun," ujar Rodriguez.

Rodriguez menambahkan bahwa resusitasi jantung paru (RJP) dilakukan secara bergantian oleh orang-orang di dalam kamar sebelum ambulans tiba.

Namun, setelah tim medis tambahan datang, nyawa mantan kapten tim nasional Argentina tersebut tetap tidak dapat diselamatkan.

Saat jaksa menanyakan kondisi fisik jenazah Maradona, Rodriguez hanya memberikan deskripsi singkat: "Dia seperti berbaring, tidur. Dingin."

Rodriguez mengaku terakhir melihat Maradona hidup pada malam sebelumnya, saat ia meminta teh dan sandwich.

>>> Menkeu Purbaya Tegaskan Pinjaman AIIB Rp17 Miliar AS Bersifat Normal

Hakim Peringatkan Saksi

Hakim Alberto Gaig kembali melakukan intervensi dan mengingatkan bobot hukum kasus yang menjerat tujuh orang terdakwa ini.