Pemanasan global semakin mengancam ekosistem global.

Peneliti menemukan bahwa hampir semua makhluk hidup, dari mikroba hingga reptil, memiliki pola respons yang sama terhadap perubahan suhu lingkungan.

in1

>>> Peringatan JD Vance ke Israel Dongkrak Harga Minyak Brent

Fenomena ini dikenal sebagai Kurva Kinerja Termal Universal (UTPC). Metabolisme organisme meningkat seiring kenaikan suhu hingga mencapai titik optimal, lalu menurun tajam setelah melewati batas ideal.

Dr. Nicholas Payne dari Trinity's School of Natural Sciences menyatakan bahwa seluruh bentuk kehidupan terikat oleh aturan yang sama tentang pengaruh suhu terhadap fungsi tubuh.

Analisis terhadap lebih dari 2.500 kurva aktivitas menunjukkan adanya batasan fisik yang konsisten selama miliaran tahun. Pola ini berlaku pada ribuan jenis organisme berbeda.

Meskipun setiap makhluk memiliki preferensi suhu ideal yang bervariasi antara 5 hingga 100 derajat Celsius, bentuk dasar kurva respons tetap serupa.

>>> Timnas Kanada Andalkan Jonathan David Hadapi Qatar

Kehidupan hanya bisa menggeser titik ideal tanpa mengubah pola dasar pertahanan terhadap panas.

Profesor Andrew Jackson menjelaskan bahwa semua kurva yang berbeda sebenarnya identik, hanya diregangkan dan digeser pada suhu yang berbeda.

Penyimpangan suhu sedikit di luar batas normal dapat berdampak fatal bagi organisme. Proses evolusi alami diprediksi tidak mampu mengimbangi laju pemanasan global.

>>> Kanada Hadapi Qatar di Piala Dunia 2026 demi Amankan Tiket Fase Gugur

Studi ini telah dipublikasikan di jurnal Proceedings of the National Academy of Sciences pada 17 September 2025 dengan judul "A universal thermal performance curve arises in biology and ecology".