Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat (NASA) akan meluncurkan misi antariksa darurat pada 27 Juni 2026.

Misi ini bertujuan menyelamatkan teleskop luar angkasa Neil Gehrels Swift Observatory yang kian mendekati atmosfer Bumi.

in1

>>> RUPST Inalum Setujui Perombakan Direksi dan Catat Rekor Laba Bersih

Misi penyelamatan bernama Swift Boost ini merupakan kolaborasi dengan Katalyst Space. Mereka akan menggunakan derek luar angkasa khusus bernama Link.

Wahana Link akan dipasang pada roket Northrop Grumman Pegasus XL.

Roket tersebut dibawa oleh pesawat Stargazer ke ketinggian 40.000 kaki di atas Samudera Pasifik Selatan sebelum dilepaskan menuju orbit.

Setelah mencapai posisi tujuan, Link akan melakukan docking dan serangkaian manuver. Tujuannya mendorong teleskop yang diluncurkan pada 2004 itu ke orbit yang lebih tinggi dan aman.

>>> Selisih Umur Lina Mukherjee dan Luca Spiteri Berapa? Inilah Biodata Selebgram yang Resmi Menikah di Italia

Penyebab Penurunan Orbit

NASA menjelaskan penurunan ketinggian teleskop dipicu oleh peningkatan aktivitas matahari. Hal ini menimbulkan tarikan atmosfer lebih besar dari perkiraan, sementara teleskop tidak dibekali mesin pendorong internal.

"Tidak masalah jika wahana antariksa biasa keluar dari orbit. Tetapi ini bukan sembarang wahana luar angkasa," kata Direktur Divisi Astrofisika NASA Shawn Domagal-Goldman, dikutip dari Space.

com.

Langkah penyelamatan diambil karena teleskop memiliki peran krusial dalam mengamati fenomena ledakan sinar gamma. "Ini adalah observatorium dengan kemampuan unik untuk astrofisika," imbuh Domagal-Goldman.

>>> OPPO Reno16 Series 5G, Enco Air5, dan OPPO Bubble Segera Hadir di India

Jika misi pemindahan orbit berjalan lancar, NASA memproyeksikan teleskop dapat beroperasi hingga lima tahun ke depan atau lebih.