Apindo Kritisi Ketimpangan Anggaran LPDP Rp100 Triliun untuk Pekerja Kerah Biru

Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) menyoroti ketimpangan alokasi anggaran pengembangan tenaga kerja yang dinilai terlalu berpusat pada pekerja kerah putih.
Ketua Bidang Ketenagakerjaan Apindo, Bob Azam, membandingkan besarnya dana abadi LPDP yang mencapai Rp100 triliun dengan minimnya anggaran pelatihan untuk buruh pabrik.
>>> Klaim Penyakit Tropis Tembus Rp41 Miliar, Bebani Keuangan Masyarakat
"Selama ini kan pendanaan pemerintah cuma khusus ke yang white-collar kan? LPDP 100 triliun.
Nah sekarang dana untuk yang blue-collar mana? Emang ada?"
ujar Bob di Jakarta Selatan, Selasa (23/6/2026).
Ia menekankan perlunya pendanaan khusus bagi pekerja kerah biru di tengah tantangan kecerdasan buatan (AI) yang mengubah lanskap industri manufaktur.
Bob mencontohkan program human-centered AI yang terinspirasi dari pabrik otomotif di Jepang, di mana pekerja dilatih untuk mengoperasikan kamera berbasis AI dalam quality control.
"Pekerjaan mereka yang tadinya ngecekin mobil menjadi bagaimana men-teaching, memasukkan data ke AI-nya," jelas Bob.
Ia juga mempertanyakan keberadaan program Kartu Prakerja dan Balai Latihan Kerja (BLK) yang anggarannya jauh lebih kecil dibanding LPDP.
>>> DEAL 2026: Kolaborasi Pemerintah dan Industri Percepat Transformasi Digital Nasional
"BLK-BLK itu ga ada 1 triliun, ya bayangin yang 100 triliun untuk LPDP. Kenapa pemerintah terlalu white-collar centric?"
tutur Bob.
Menurut Bob, Indonesia perlu meniru kebijakan Singapura yang memberikan pelatihan AI gratis bagi pekerja berusia di atas 40 tahun.
Ia menekankan pentingnya fundraising untuk membangun ekosistem ketenagakerjaan yang adaptif terhadap AI.
Bob juga menyoroti stagnasi kompleksitas pekerjaan sepanjang karier buruh sebagai penyebab kemiskinan sistemik.
"Jangan sampai dari masuk sampai pensiun dia di kerjaan yang sama," tegasnya.
Di sisi lain, Bob mendorong pemerintah memprioritaskan perlindungan terhadap perusahaan bintang lima, yaitu yang padat karya, padat modal, dan berorientasi ekspor.
>>> Prabowo: TNI AL dan Bea Cukai Sudah Dikerahkan, Pencurian SDA Masih Bocor
Ia mencontohkan pabrik Jepang yang dikabarkan akan hengkang sebagai salah satu perusahaan bintang lima yang harus dijaga.
Update Terbaru
Buron Kasus Penyekapan Sadis Taufik Hidayat Ditangkap, Dedi Mulyadi: Terima Kasih Polda Jabar
Selasa / 23-06-2026, 22:48 WIB
Kemnaker Waspadai Ancaman PHK di Industri Otomotif Setelah Keramik
Selasa / 23-06-2026, 22:44 WIB
King Koil Indonesia Luncurkan The Legacy Collection, Kasur Termahal dengan Teknologi Premium
Selasa / 23-06-2026, 22:44 WIB
PTPP Kembali Masuk Fortune Southeast Asia 500, Bukti Ketahanan di Tengah Tekanan Industri
Selasa / 23-06-2026, 22:43 WIB
Polda Jabar Tangkap Taufik Hidayat, Pelaku Penyekapan dan Penganiayaan di Bandung Raya
Selasa / 23-06-2026, 22:42 WIB
Gudang Balepress Rp16,4 Miliar Diamankan di Kalbar, Kenapa Pemiliknya Misterius?
Selasa / 23-06-2026, 22:42 WIB
GMC Pamerkan Teaser 2027 Sierra, Tampil Mirip Versi EV
Selasa / 23-06-2026, 22:35 WIB
Terapi Gen Suntikkan Pendengaran Pulih dari 106 ke 52 Desibel
Selasa / 23-06-2026, 22:34 WIB
Ular Hijau Biasa Ternyata Spesies Baru, Ilmuwan Terkejut
Selasa / 23-06-2026, 22:33 WIB
Jalan Raya Laut Sepanjang 113 Mil di Florida: 42 Jembatan dan Taruhan Melawan Laut
Selasa / 23-06-2026, 22:33 WIB
Cara Cek Bansos Kemensos Juni 2026 Lewat HP, Mudah dan Praktis
Selasa / 23-06-2026, 22:28 WIB
Garcelle Beauvais Berduka, Sang Kakak Carole Meninggal Dunia
Selasa / 23-06-2026, 22:23 WIB
Kejuaraan Pencak Silat CNN Indonesia Bantu PB IPSI Jaring Atlet Andal
Selasa / 23-06-2026, 22:23 WIB
Tiger Woods Tampil Perdana di PGA Usai Kecelakaan DUI dan Rehab
Selasa / 23-06-2026, 22:22 WIB






