Pengurus Besar Ikatan Pencak Silat Indonesia (PB IPSI) memberikan apresiasi tinggi terhadap pelaksanaan Kejuaraan Pencak Silat CNN Indonesia Tingkat Nasional Piala Presiden 2026.

Kehadiran kejuaraan ini dinilai sangat membantu federasi dalam menyaring dan melatih regenerasi atlet silat di tanah air.

in1

>>> Tiger Woods Tampil Perdana di PGA Usai Kecelakaan DUI dan Rehab

Sekretaris Jenderal PB IPSI, Abdul Karim Aljufri, mengungkapkan bahwa masifnya keterlibatan institusi luar dan kelompok masyarakat dalam menggelar kompetisi mandiri membuat beban kerja IPSI menjadi lebih ringan.

Menurut data PB IPSI, saat ini rata-rata turnamen pencak silat tingkat nasional bergulir sebanyak empat kali dalam satu tahun kalender.

Frekuensi ini dinilai sebagai porsi yang sangat ideal untuk menjaga performa sekaligus fisik para pendekar muda.

"Maksimal dalam satu tahun ada empat kali.

Jadi, ada jeda tiga bulan bagi para atlet untuk bertanding dan melakukan pemulihan (recovery)," ujar Abdul dalam sesi wawancara di kanal YouTube CNN Indonesia.

Dengan ritme kompetisi triwulanan ini, para atlet potensial dari berbagai daerah di Indonesia memiliki panggung yang konsisten untuk saling menguji kemampuan demi merebut podium tertinggi.

Meski kompetisi tingkat junior atau usia dini terus menjamur, Abdul mengingatkan bahwa esensi dari pembinaan jangka panjang adalah melahirkan juara di kategori dewasa.

Menurutnya, gaung prestasi pencak silat Indonesia baru akan diakui dunia jika para atlet mampu berbicara banyak di ajang olahraga multi-cabang.

>>> Dua Bebek Lagi Ditemukan Mati di Sekitar Reflecting Pool

"Untuk pembinaan jangka panjang, kami beranggapan bahwa sebanyak apa pun kejuaraan junior, kalau di dewasanya tidak juara maka akan sulit untuk dikenal.