Sebanyak 562 pemanah usia dini dari berbagai tingkatan sekolah bersaing dalam turnamen MilkLife Archery Challenge 2026 Seri 1 di Supersoccer Arena, Kudus, Jawa Tengah.

Kompetisi berlangsung mulai Kamis (30/4/2026) hingga Sabtu (2/5/2026).

>>> Presiden Jerman Frank-Walter Steinmeier Kunjungi Indonesia 15 Juni 2026

Para peserta berasal dari 120 SD/MI serta 17 SMP/MTs di wilayah Jawa Tengah. Mereka berkompetisi secara individu maupun beregu untuk mengejar poin tertinggi.

Ajang yang diinisiasi oleh Bakti Olahraga Djarum Foundation bersama MilkLife ini membagi kompetisi ke dalam lima kategori.

Yakni Nasional U-10, Nasional U-13, Nasional U-15, PVC U-10, dan PVC U-13.

Pentingnya Kompetisi Berkala bagi Atlet Muda

Program Director Bakti Olahraga Djarum Foundation, Yoppy Rosimin, memaparkan pentingnya kompetisi berkala ini bagi pengembangan kemampuan mental dan teknis para atlet muda.

"Kompetisi seperti ini memiliki peran penting dalam menjaga kesinambungan proses pembinaan atlet usia dini," ujarnya.

Yoppy menambahkan bahwa pihaknya ingin memastikan atlet mendapatkan kesempatan bertanding secara konsisten. Sehingga aspek teknik, mental bertanding, dan rasa percaya diri dapat tumbuh secara optimal.

Ia berharap MilkLife Archery Challenge tidak hanya berfungsi sebagai arena kompetisi, tetapi juga sebagai ruang pembelajaran bagi atlet muda.

"Harapannya, dari turnamen ini lahir lebih banyak pemanah muda yang mampu berprestasi dan mengharumkan nama daerah maupun Indonesia," lanjut Yoppy.

Ketua Panitia Pelaksana MilkLife Archery Challenge Seri 1 2026, Vera Eka Wardani, menjelaskan bahwa perluasan cakupan usia peserta dilakukan demi memperkuat ekosistem olahraga panahan dari akar rumput.

"Pada seri ini kami telah melakukan penyesuaian dengan peraturan PB Perpani, yakni menggunakan kategori umur ‘Under’ sehingga lebih banyak atlet usia dini yang berpartisipasi," ujar Vera.