Piala Presiden 2026 resmi bergulir. Turnamen pramusim edisi kedelapan ini kian menegaskan perannya sebagai pusat pertemuan tim-tim Asia Tenggara.

Seremoni pembukaan berlangsung di Stadion Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung, Sabtu (25/7). Panitia menambah jumlah tim dari negara tetangga dibanding edisi sebelumnya.

>>> Geely Optimis Jual SUV Bensin Coolray di Tengah Dominasi Merek Jepang

Ketua Steering Committee Piala Presiden 2026, Mauarar Sirait, menyebut hadiah naik dari Rp5,5 miliar menjadi Rp6 miliar.

Peserta luar negeri juga bertambah dari dua menjadi tiga tim.

Setelah mengundang Oxford United (Inggris) dan Port FC (Thailand) tahun lalu, kini hadir Tampines Rovers (Singapura) dan DPMM FC (Brunei Darussalam).

Tampines dan DPMM adalah debutan.

Kehadiran dua tim anyar menjadi penyegaran. Untuk pertama kalinya, klub dari Singapura dan Brunei (Liga Malaysia) ikut serta.

Port FC kembali diundang sebagai juara bertahan.

Port FC membawa standar kompetisi tinggi dari Liga Thailand. Tampines Rovers merupakan salah satu klub besar Singapura, sementara DPMM FC berkompetisi di Liga Malaysia.

Interaksi antartim ASEAN menjadi media pembelajaran bagi klub Indonesia. Kehadiran klub lokal juga penting untuk bertukar pengetahuan.

>>> Panduan Asmara Zodiak 26 Juli: Aquarius Disarankan Lebih Sabar, Libra Jaga Kehangatan

Piala Presiden 2026 tetap mengakomodasi denyut sepak bola lokal. Klub legendaris seperti Persib, Persija, Persebaya, Arema, dan PSMS hadir dengan basis suporter masif.

Turnamen ini menjadi alternatif hiburan di tengah gelaran Piala AFF 2026. Suporter bisa mendukung timnas dan klub kesayangan secara bersamaan.

Integrasi Regional Lewat Sepak Bola

Piala Presiden 2026 tak sekadar mempertemukan klub ASEAN. Lebih dari itu, ruang integrasi regional semakin terbuka lewat sepak bola.