Langkah Presiden Prabowo Subianto dalam membentuk Universitas Republik Indonesia mendapat sorotan dari kalangan akademisi kampus. Kebijakan tersebut menuai kritik pedas dari seorang ekonom Universitas Indonesia.

Ekonom Universitas Indonesia, Berly Martawardaya, melayangkan sindiran keras melalui akun media sosial pribadinya. Ia mempertanyakan urgensi kehadiran lembaga baru tersebut di tengah sistem pendidikan yang sudah berjalan.

>>> Kinerja Keuangan IOTF Tumbuh Positif Paruh Pertama 2026

Melalui unggahan di media sosial, ia bahkan melontarkan singkatan sindiran untuk lembaga pendidikan baru itu. Berly menyebutnya sebagai Universitas Ruwet Indonesia karena dinilai tumpang tindih.

Menurut Berly, pemerintah sebenarnya sudah memiliki banyak institusi formal yang mencetak aparatur negara. Ia mencontohkan keberadaan Institut Pemerintahan Dalam Negeri yang melahirkan pegawai pemerintahan tingkat awal.

Selain itu, terdapat pula Lembaga Ketahanan Nasional dan Lembaga Administrasi Negara yang berfokus pada pelatihan aparatur sipil negara menengah hingga atas.

>>> Honda NX500 Resmi Meluncur di Indonesia, Intip Harga dan Spesifikasinya

Sejumlah badan usaha milik negara juga telah mendirikan perguruan tinggi resmi.

Berbagai kampus milik badan usaha milik negara tersebut mencakup Telkom University, Universitas Pertamina, hingga Institut Teknologi PLN. Lembaga-lembaga itu terbukti sudah memberikan gelar akademik formal kepada para lulusannya.

Dengan banyaknya institusi yang sudah beroperasi, Berly mempertanyakan target sasaran utama dari pendirian lembaga baru ini. Ia menilai kebijakan tersebut justru membuat arah pendidikan semakin rumit.

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto resmi membentuk lembaga baru bernama Universitas Republik Indonesia bersama Badan Pengelola Pendidikan Kebangsaan. Lembaga ini dirancang guna mengintegrasikan sekolah unggulan serta perguruan tinggi.

>>> Polemik Kesaksian Jack Smith Berujung Laporan Kehakiman

Pelantikan pimpinan lembaga baru tersebut telah dilangsungkan langsung oleh Presiden di Istana Negara pada Rabu.

Gubernur Universitas Republik Indonesia, Marsekal TNI Purnawirawan Donny Ermawan Taufanto, memberikan penjelasan terkait rencana pembangunan.

Pemerintah berencana mendirikan sepuluh kampus baru di berbagai daerah sebagai bagian dari konsolidasi sistem pendidikan.

>>> Ocean Casino Resort Menghentikan Operasi Setelah Kebakaran Pagi Hari

Seluruh mahasiswa yang menempuh studi di sana nantinya akan mendapatkan fasilitas beasiswa penuh dari negara.