Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Suharyanto mengklaim pembangunan hunian sementara (huntara) bagi korban bencana banjir di Sumatra telah mencapai 99,9 persen.

Pernyataan itu disampaikan Suharyanto dalam keterangannya pada Selasa (23/6).

in1

>>> Sinopsis Dazzling, Drama China Kisah Cinta Gadis Kota dan Pemuda Pesisir

Menurut Suharyanto, pemerintah pusat bersama DPR telah menyetujui dana pemulihan pascabencana Sumatra sebesar Rp100,1 triliun untuk periode 2026-2028.

Dana tersebut akan dikelola oleh kementerian/lembaga terkait dan dialokasikan untuk rehabilitasi dan rekonstruksi di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

Cakupannya meliputi perbaikan infrastruktur, rehabilitasi rumah rusak, pemulihan ekonomi masyarakat, serta penguatan mitigasi dan pemulihan lingkungan.

Suharyanto menegaskan anggaran Rp100,1 triliun itu tidak termasuk dalam anggaran kebencanaan BNPB melalui skema Dana Siap Pakai (DSP).

Sejak masa tanggap darurat, BNPB telah menggunakan DSP sekitar Rp4 triliun untuk penanganan bencana di seluruh Indonesia.

Untuk bencana Sumatra, DSP digunakan untuk penyediaan logistik, pembangunan huntara, pembangunan huntap mandiri, Dana Tunggu Hunian, dan dana stimulan rumah rusak.

Suharyanto memastikan dana tersebut digunakan secara tepat sasaran, transparan, dan akuntabel melalui pendampingan teknis kepada pemerintah daerah serta koordinasi lintas kementerian/lembaga.

Memasuki bulan ketujuh pascabencana, BNPB telah menyelesaikan penyediaan huntara di berbagai lokasi dan kini fokus pada pembangunan hunian tetap (huntap).

>>> Farhan Halim Cetak 6 Service Ace Saat Indonesia Kalahkan Thailand di AVC Cup

Jumlah huntara yang ditargetkan lebih dari 20.000 unit. Suharyanto menyebut 99,9 persen huntara telah selesai dibangun.

Sisa pembangunan huntara diperuntukkan bagi warga terdampak yang tidak memiliki hak atas tanah dan bangunan atau yang statusnya menyewa.

Selain huntara, BNPB juga membangun huntap mandiri/insitu di lokasi asal atau lahan milik warga.

Ada dua jenis huntap: komunal/terpusat oleh Kementerian PUPR/PKP dan mandiri/insitu oleh BNPB.

Suharyanto mengatakan BNPB telah mulai membangun sekitar 900 rumah dari target 39.000 unit huntap.

BNPB juga menjalankan program dana stimulan perbaikan rumah rusak ringan/sedang. Tiga tahap telah disalurkan di Aceh Tamiang dan dua tahap di Aceh Utara.

Dana Tunggu Hunian (DTH) sebesar Rp1,8 juta per tiga bulan telah diberikan kepada ribuan kepala keluarga dan berlanjut hingga enam bulan.

>>> Kejagung Amankan Kajari dan Kasi Pidsus Serdang Bedagai

Suharyanto mengakui masih banyak kekurangan dan kelemahan, namun bertekad memperbaikinya dan terus membantu masyarakat.