Sebuah uji klinis perintis yang dilakukan oleh peneliti di Karolinska Institutet, Swedia, berhasil menggunakan terapi gen untuk mengobati anak-anak dan orang dewasa dengan gangguan pendengaran bawaan yang langka.

Terapi ini menargetkan mutasi pada gen OTOF, yang bertanggung jawab memproduksi otoferlin, protein penting untuk mentransmisikan suara dari telinga bagian dalam ke otak.

in1

>>> Ular Hijau Biasa Ternyata Spesies Baru, Ilmuwan Terkejut

Sepuluh peserta dengan gangguan pendengaran kongenital atau berat akibat mutasi OTOF menerima satu kali suntikan gen sehat langsung ke telinga bagian dalam.

Perawatan menggunakan virus adeno-associated sintetis yang tidak berbahaya untuk mengirimkan gen yang telah diperbaiki.

Hasil yang dipublikasikan di Nature Medicine menunjukkan perbaikan pendengaran yang cepat hanya dalam satu bulan setelah perawatan.

Enam bulan setelah terapi, semua peserta mengalami penurunan signifikan volume suara yang diperlukan untuk mendengar, dari rata-rata 106 desibel menjadi 52 desibel.

Peserta termuda menunjukkan respons terbaik.

Seorang anak perempuan berusia tujuh tahun dalam uji coba hampir pulih sepenuhnya dan sudah dapat bercakap-cakap dengan ibunya hanya empat bulan setelah menerima suntikan.

"Ini adalah pertama kalinya metode ini diuji pada remaja dan dewasa," kata Dr. Maoli Duan, peneliti yang terlibat dalam studi tersebut.

"Pendengaran meningkat pesat pada banyak peserta, yang dapat berdampak besar pada kualitas hidup mereka."

Terapi ini juga tampak aman dan ditoleransi dengan baik. Tidak ada efek samping serius yang dilaporkan selama masa tindak lanjut enam hingga dua belas bulan.

Reaksi paling umum adalah penurunan ringan kadar neutrofil, sejenis sel darah putih, namun pulih tanpa komplikasi.

>>> Jalan Raya Laut Sepanjang 113 Mil di Florida: 42 Jembatan dan Taruhan Melawan Laut