Terapi Gen Suntikkan Pendengaran Pulih dari 106 ke 52 Desibel
Sebuah uji klinis perintis yang dilakukan oleh peneliti di Karolinska Institutet, Swedia, berhasil menggunakan terapi gen untuk mengobati anak-anak dan orang dewasa dengan gangguan pendengaran bawaan yang langka.
Terapi ini menargetkan mutasi pada gen OTOF, yang bertanggung jawab memproduksi otoferlin, protein penting untuk mentransmisikan suara dari telinga bagian dalam ke otak.
>>> Ular Hijau Biasa Ternyata Spesies Baru, Ilmuwan Terkejut
Sepuluh peserta dengan gangguan pendengaran kongenital atau berat akibat mutasi OTOF menerima satu kali suntikan gen sehat langsung ke telinga bagian dalam.
Perawatan menggunakan virus adeno-associated sintetis yang tidak berbahaya untuk mengirimkan gen yang telah diperbaiki.
Hasil yang dipublikasikan di Nature Medicine menunjukkan perbaikan pendengaran yang cepat hanya dalam satu bulan setelah perawatan.
Enam bulan setelah terapi, semua peserta mengalami penurunan signifikan volume suara yang diperlukan untuk mendengar, dari rata-rata 106 desibel menjadi 52 desibel.
Peserta termuda menunjukkan respons terbaik.
Seorang anak perempuan berusia tujuh tahun dalam uji coba hampir pulih sepenuhnya dan sudah dapat bercakap-cakap dengan ibunya hanya empat bulan setelah menerima suntikan.
"Ini adalah pertama kalinya metode ini diuji pada remaja dan dewasa," kata Dr. Maoli Duan, peneliti yang terlibat dalam studi tersebut.
"Pendengaran meningkat pesat pada banyak peserta, yang dapat berdampak besar pada kualitas hidup mereka."
Terapi ini juga tampak aman dan ditoleransi dengan baik. Tidak ada efek samping serius yang dilaporkan selama masa tindak lanjut enam hingga dua belas bulan.
Reaksi paling umum adalah penurunan ringan kadar neutrofil, sejenis sel darah putih, namun pulih tanpa komplikasi.
>>> Jalan Raya Laut Sepanjang 113 Mil di Florida: 42 Jembatan dan Taruhan Melawan Laut
Update Terbaru
Kemenperin Dorong Partisipasi Aktif Industri dalam Sensus Ekonomi 2026
Selasa / 23-06-2026, 23:49 WIB
Jamkrindo Perluas Dampak Sosial Lewat Program Kesehatan dan Pendidikan
Selasa / 23-06-2026, 23:48 WIB
Bupati Siak Dorong KITB Kembali Berstatus PSN untuk Tarik Investasi
Selasa / 23-06-2026, 23:48 WIB
Harga DMO Batu Bara Dirombak, Ini Dampaknya bagi PTBA dan PLN
Selasa / 23-06-2026, 23:43 WIB
Perang Bintang AADC di Pasar Obat Herbal: Antangin vs Tolak Angin
Selasa / 23-06-2026, 23:43 WIB
Presiden Baru Mitsubishi Ingin Lancer Evo Kembali, Tapi Belum Ada Rencana
Selasa / 23-06-2026, 23:42 WIB
Utang Mobil AS Capai Rp27.000 Triliun, Repo Kembali ke Level Resesi
Selasa / 23-06-2026, 23:39 WIB
Galaxy Watch LTE vs Wi-Fi: Mana yang Harus Kamu Beli?
Selasa / 23-06-2026, 23:38 WIB
Hidup Lebih Panjang Tanpa Gym: Kebiasaan Harian di Bawah 5 Menit
Selasa / 23-06-2026, 23:38 WIB
Apakah Kucing Mencintai Manusia Seperti Anjing? Ini Kata Sains
Selasa / 23-06-2026, 23:35 WIB
Casio Rilis G-Shock DW5600TT25-1 Kolaborasi dengan Toyo Tires
Selasa / 23-06-2026, 23:35 WIB
China Ciptakan Generator Hidrogel yang Hasilkan Listrik dari Kelembaban Udara
Selasa / 23-06-2026, 23:35 WIB
Dua Mobil Patroli Polisi Dirusak OTK di Bundaran HI
Selasa / 23-06-2026, 23:21 WIB
Klasemen AVC Men's Cup 2026: Indonesia Naik ke Peringkat Kedua Usai Kalahkan Thailand
Selasa / 23-06-2026, 23:21 WIB






