Meskipun hasil masih awal dan terbatas pada kelompok kecil, para ahli optimis.

Keberhasilan terapi pada anak-anak dan dewasa membuka kemungkinan baru untuk pengobatan kondisi pendengaran genetik di masa depan.

in1

Dr. Duan mengatakan timnya kini sedang menjajaki terapi untuk gen lain yang lebih umum terkait ketulian, seperti GJB2 dan TMC1.

Meskipun gen ini lebih kompleks untuk diobati, uji coba pada hewan awal menunjukkan hasil yang menggembirakan.

"Gangguan pendengaran dapat berdampak besar pada kualitas hidup, terutama jika terjadi sejak lahir," kata Dr. Duan.

"Ini adalah langkah maju yang besar dalam menunjukkan bahwa terapi gen dapat membuat perbedaan nyata. OTOF hanyalah awal."

Secara global, diperkirakan 430 juta orang hidup dengan gangguan pendengaran yang melumpuhkan, menurut Organisasi Kesehatan Dunia.

Bagi penderita ketulian genetik, pilihan pengobatan biasanya terbatas pada alat bantu dengar atau implan koklea.

Terapi gen pada akhirnya dapat menawarkan solusi yang lebih tahan lama, terutama jika diberikan sejak dini.

Penelitian lebih lanjut akan menentukan berapa lama manfaatnya bertahan dan apakah terapi ini dapat diperluas untuk penggunaan yang lebih luas.

>>> Cara Cek Bansos Kemensos Juni 2026 Lewat HP, Mudah dan Praktis

Namun bagi keluarga yang terkena dampak ketulian genetik, tanda-tanda awal ini memberikan alasan untuk optimisme yang hati-hati.