Selama ini banyak orang menganggap kucing sebagai hewan yang dingin dan tidak peduli pada manusia, berbeda dengan anjing yang setia dan penuh kasih.

Namun, penelitian ilmiah justru menunjukkan bahwa kucing juga mampu menjalin ikatan emosional yang kuat dengan pemiliknya.

in1

>>> Casio Rilis G-Shock DW5600TT25-1 Kolaborasi dengan Toyo Tires

Para ilmuwan menggunakan Tes Situasi Aneh (Strange Situation Test) yang awalnya dirancang untuk bayi manusia, lalu diadaptasi untuk anjing, dan akhirnya untuk kucing.

Peneliti dari Oregon State University di Amerika Serikat melakukan studi dengan menempatkan kucing dan pemiliknya di ruangan asing, lalu mengamati reaksi kucing saat berpisah dan saat bertemu kembali.

Hasilnya, sekitar 65% kucing menunjukkan perilaku percaya diri, mampu menyeimbangkan perhatian antara pemilik dan eksplorasi lingkungan baru.

Perilaku ini sangat mirip dengan yang terlihat pada anjing dan bayi manusia.

Kristyn Vitale, peneliti utama studi tahun 2019 yang diterbitkan di Current Biology, menjelaskan bahwa penelitian mereka menunjukkan kucing menggunakan pemiliknya sebagai sumber keamanan.

Sekitar 65% kucing mengembangkan ikatan aman dengan pemiliknya, proporsi yang sebanding dengan anjing dan bayi manusia.

Ekspresi Cinta yang Berbeda

Anjing telah didomestikasi selama lebih dari 15.000 tahun dan menunjukkan kasih sayang secara gamblang: kegembiraan saat melihat pemilik, kontak mata intens, dan perilaku ketergantungan yang menggemaskan.

Ikatan emosional ini diperkuat oleh ribuan tahun evolusi bersama manusia.

Sementara itu, kucing menjinakkan diri mereka sendiri dan mengekspresikan kasih sayang dengan cara yang lebih halus.

>>> China Ciptakan Generator Hidrogel yang Hasilkan Listrik dari Kelembaban Udara

Mereka mengenali suara pemiliknya, mengamati emosi manusia, dan bahkan menyesuaikan suara meong mereka untuk berkomunikasi lebih efektif. Beberapa kucing juga menunjukkan tanda-tanda kecemasan saat ditinggal terlalu lama.