Udara di sekitar tubuh Anda mungkin bisa menjadi sumber daya untuk sensor medis yang Anda kenakan.

Tim peneliti dari Harbin Institute of Technology telah mengembangkan generator listrik berbasis hidrogel yang dapat meregang dan mengubah kelembaban menjadi listrik.

in1

>>> Dua Mobil Patroli Polisi Dirusak OTK di Bundaran HI

Generator ini mampu bertahan ribuan kali tekukan dan regangan. Hal ini penting karena teknologi wearable memiliki masalah baterai yang selama ini kurang diperhatikan.

Menurut Global E-waste Monitor yang didukung PBB, dunia menghasilkan sekitar 68 juta ton limbah elektronik pada tahun 2022.

Angka itu diperkirakan mencapai 90 juta ton pada tahun 2030.

Sensor bertenaga sendiri memang tidak akan menyelesaikan masalah itu sendirian.

Namun, ini menunjukkan masa depan di mana perangkat kecil membutuhkan lebih sedikit penggantian baterai dan perangkat keras sekali pakai.

Mengapa Kelembaban Penting

Generator kelembaban-listrik dirancang untuk memanen energi dari uap air di udara. Artinya, tambalan lembut di kulit, masker wajah, atau monitor kesehatan kecil bisa mengambil daya dari kelembaban sehari-hari.

Masalahnya selama ini adalah daya tahan. Generator kelembaban-listrik hidrogel yang dapat meregang sepenuhnya sering kali memiliki output listrik rendah dan rapuh secara mekanis.

Penyebabnya adalah lapisan hidrogel dan elektroda tidak menempel cukup kuat. Begitu lapisan itu terpisah, kinerja menurun drastis.

Sensor di pergelangan tangan, dada, atau wajah tidak diam seperti sampel laboratorium. Ia membungkuk saat berjalan, meregang saat bernapas, dan terpapar keringat, ruangan kering, udara dingin, dan panas.

Cara Kerja Hidrogel Lengket

Desain baru berfokus pada antarmuka, yaitu zona kontak antara hidrogel dan elektroda. Para peneliti menggunakan hidrogel yang sangat lengket yang direndam dalam campuran air-gliserol.