Aspirin, obat pereda nyeri yang umum ditemukan di lemari obat rumah tangga, ternyata memiliki kemampuan luar biasa melawan kanker.

Tim peneliti dari Inggris baru saja mengungkap mekanisme bagaimana obat ini membantu menghancurkan metastasis—penyebab utama 90% kematian akibat kanker.

in1

>>> Microsoft 365 Copilot Akan Terpasang Otomatis di Windows 11

Selama ini, efek antikanker aspirin diduga hanya berasal dari sifat anti-inflamasinya. Namun, mekanisme pastinya belum pernah teridentifikasi, sehingga aspirin belum menjadi bagian dari pengobatan kanker standar.

Uji Coba pada Tikus

Peneliti memberikan dosis kecil aspirin pada tikus yang menderita kanker payudara, usus besar, dan kulit selama beberapa bulan.

Hasilnya, tikus yang diberi aspirin mengalami lebih sedikit metastasis dibandingkan tikus tanpa aspirin.

>>> Hailey Bieber Pamer Body di Kampanye Terbaru SKIMS

Selain itu, kadar senyawa thromboxane A2 dalam darah tikus tersebut juga lebih rendah. Thromboxane A2 diketahui membantu sel kanker melindungi diri dari serangan sel T sistem imun.

Dengan berkurangnya thromboxane A2 akibat aspirin, sel kanker kehilangan perisai pelindungnya. Sel T pun dapat dengan mudah menghancurkan sel kanker dan mencegah penyebarannya ke organ lain.

Langkah selanjutnya, para peneliti akan melakukan studi serupa pada manusia untuk memastikan mekanisme yang sama berlaku.

>>> Pemakaman Makenzi Kern, Sahabat Tyrese Haliburton dan Tunangan, Diumumkan

Mereka juga ingin mengidentifikasi jenis kanker apa saja yang paling responsif terhadap aspirin.